Breaking News:

Yogyakarta

BBKB Selenggarakan Diseminasi Inovasi Teknologi dan Fasilitasi Sertifikat Batik Mark

BBKB) terus mendorong pengembangan sektor industri melalui Diseminasi Inovasi Teknologi dan Fasilitasi Sertifikat Batik Mark.

istimewa
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri-Kementerian Perindustrian, Dr. Ir. Doddy Rahadi, MT. 

TRIBUNJOGJA.COM - Di tengah masa pandemi seperti saat ini, industri kerajinan dan batik mampu membuat produk sesuai preferensi pasar.

Industri kerajinan dan batik juga cepat melakukan diversifikasi produk, memunculkan kreativitas dan inovasi dalam meningkatkan kinerja usahanya.  

Dalam mendukung agenda Pemulihan Ekonomi Nasional saat ini, Kementerian Perindustrian melalui Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) terus mendorong pengembangan sektor industri melalui beberapa langkah strategis agar industri dalam negeri tetap dapat menjalankan usahanya dengan baik dan mampu berkontribusi signifikan dalam agenda pemulihan ekonomi.

Satu di antaranya melalui kegiatan Diseminasi Inovasi Teknologi dan Fasilitasi Sertifikat Batik Mark, Kamis (10/06/2021).

Baca juga: Kemenperin Lewat BBKB Yogyakarta Beri Pelatihan Pembuatan Batik Ramah Lingkungan

Plt Kepala Balai Besar Kerajinan dan Batik, Titik Purwati Widowati menyampaikan bahwa industri kerajinan dan batik yang ada di Indonesia selain merupakan bagian dari industri kreatif. 

"Industri ini  juga berakar pada khazanah budaya bangsa Indonesia, bahkan beberapa di antaranya semisal batik, keris, noken telah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda asli Indonesia oleh UNESCO," ujar Titik.

Untuk itu, dalam membangun industri batik yang mandiri, berdaya saing, dan maju sesuai amanat Undang-Undang No 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, maka diperlukan dorongan peningkatan daya saing melalui berbagai inovasi dan penyesuaian standar.

Dalam menunjang amanat pembangunan tersebut, Balai Besar Kerajinan dan Batik (BBKB) yang berada di lingkungan Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kementerian Perindustrian telah aktif menghasilkan inovasi-inovasi siap terap dan membantu pemenuhan standar.

Baca juga: Dekranasda Kabupaten Pringsewu Lampung Jajaki Kerjasama dengan BBKB Yogyakarta

Di antaranya pengembangan malam batik berbasis produk sawit, eksplorasi sumber zat warna alam dari limbah industri dan memprosesannya hingga mudah diaplikasikan, desain dan motif baru seperti Teknik Ringkel, pengembangan aplikasi batik analyzer yang merupakan aplikasi pendeteksi batik dan tiruan serta pembuatan aplikasi NAtural Dyes INdexation (NaDIn) "katalog digital pewarna alami", aplikasi yang membantu membuat formulasi zat warna alam.  

Khusus di bidang penjaminan kualitas batik, BSKJI melalui BBKB selain memberikan fasilitasi penerapan dan perolehan SPPT SNI, juga memberikan pembinaan di bidang sertifikasi Batik Mark.

Program Sertifikasi Batik Mark ini dijalankan dalam rangka pelaksanaan Peraturan Menteri Perindustrian No.74/M-IND/PER/9/2007 tentang Penggunaan Batik Mark Indonesia yang bertujuan untuk memberikan jaminan mutu batik, meningkatkan kepercayaan konsumen dalam dan luar negeri, melestarikan dan melindungi produk batik, serta memberikan identitas batik Indonesia.

Baca juga: BBKB Yogyakarta Fasilitasi Pelatihan Daring kepada IKM Batik dan Kerajinan Tangan

Terkait dengan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia-Festival Joglosemar, BSKJI memberikan fasilitasi sertifikasi Batik Mark sejumlah 20 (dua puluh) sertifikat kepada 12 (dua belas) industri batik.  

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Doddy Rahadi menambahkan, Industri Kreatif kerajinan dan batik merupakan salah satu sektor yang diharapkan bisa menjadi penopang agenda Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akibat pandemi.

"Oleh karenanya, dibutuhkan peran semua pihak dalam menciptakan ekosistem yang menunjang. Industri kerajinan dan Batik merupakan salah satu industri yang aktif memberdayakan tenaga kerja masyarakat," ujar Doddy.

Lebih lanjut ia mengatakan, pembangunan industri kerajinan dan batik yang berkelanjutan secara sinergis harus dijalankan melalui upaya pelestarian budaya Indonesia, proses produksi yang efektif dan efisien berdasarkan industri hijau, rekayasa sarana produksi bidang kerajinan dan batik, penyediaan lembaga uji, sertifikasi, dan kalibrasi, serta proses pengembangan SDM dalam ekosistem industri batik melalui sosialisasi, diseminasi dan pelatihan. ( Tribunjogja.com )

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved