Breaking News:

Headline

Banyak Pelajar DIY Putus Pendidikan Karena Nikah Dini

Siswa putus sekolah masih ditemukan pada beberapa kabupaten di DI Yogyakarta. Rerata mereka putus sekolah karena nikah dini.

Banyak Pelajar DIY Putus Pendidikan Karena Nikah Dini
weddingmu.com
Ilustrasi

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Siswa putus sekolah masih ditemukan pada beberapa kabupaten di DI Yogyakarta. Penyebabnya beragam, mulai dari masalah sosial ekonomi, terjun ke dunia kerja, keluarga terdampak pandemi Covid-19, hingga menikah di usia dini.

Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul mencatat ada 28 pelajar tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang tak melanjutkan pendidikan di tahun ajaran 2019/2020 lalu. "Mereka berada di kelas 8 dan 9 SMP, penyebabnya beragam," ujarnya Kepala Bidang (Kabid) SMP, Disdikpora Gunungkidul, Kiswara saat dihubungi pada Kamis (10/6/2021).

Menurut Kiswara, mereka putus sekolah lantaran memilih untuk bekerja hingga karena sudah menikah. Ada pula yang mengikuti kepindahan orang tua ke daerah lain.

Merujuk laporan terkini dari hasil kelulusan SMP, ia menyebut sejauh ini sudah ada 9 pelajar yang mengundurkan diri dari bangku sekolah, terdiri dari 4 pelajar SMP dan 5 pelajar MTs. "Rata-rata mereka tak terpantau oleh sekolah, terutama di MTs atau sekolah berbasis pesantren," jelas Kiswara.

Saat pandemi berlangsung, pelajar tersebut memilih pulang ke tempat asalnya, namun kemudian tidak ada kabar kelanjutan terkait pendidikannya. Kiswara mengatakan pihaknya sudah mengupayakan agar para pelajar yang rawan putus sekolah tetap melanjutkan pendidikan, antara lain lewat sosialisasi wajib belajar hingga program Orang Tua Asuh.

"Kami berkooordinasi dengan kapanewon setempat, mengumpulkan para wali pelajar agar mengikuti sosialisasi tersebut," katanya.

Mengingat salah satu penyebabnya adalah kesulitan ekonomi, Kiswara mengatakan pemerintah sudah memiliki Program Indonesia Pintar (PIP). Lewat program inilah pelajar yang dinilai tak mampu secara ekonomi bisa mendapat bantuan pendidikan.

Selain bantuan, pihaknya tetap mengupayakan pendidikan berjalan lewat sektor nonformal, antara lain dengan membentuk kelompok belajar di sejumlah titik wilayah. "Proses belajar-mengajar bisa lebih longgar, atau dengan mengikuti program pendidikan kesetaraan," jelas Kiswara.

Siswa putus sekolah juga ditemukan di Kulon Progo. Sekretaris Disdikpora Kulon Progo, Eko Teguh Santosa mengatakan total jumlah siswa yang putus sekolah pada tahun ajaran 2019/2020 sebanyak 31 siswa di jenjang pendidikan Sekolah Dasar (SD) dan SMP. Rinciannya, 15 siswa SD dari Galur (4), Sentolo (3), Lendah (2), Kokap (2), Nanggulan (2), dan Kalibawang (2). Serta, 16 siswa SMP dari Lendah (10), Wates (2), Sentolo (2) dan Kalibawang (2).
Adapun jumlah total siswa yang putus sekolah pada tahun ajaran 2020/2021 sejauh ini terdata 27 siswa. Yakni, 10 siswa SD dari Kalibawang (4), Sentolo (4), Lendah (1), dan Nanggulan (1). Serta, 17 siswa SMP dari Kalibawang (5), Galur (4), Panjatan (3), Kokap (3), Sentolo (1), dan Temon (1).

Bercerai
Penyebabnya antara lain anak sudah tak ingin sekolah, faktor keluarga, hingga masalah ekonomi. Teguh mengatakan, ada kemungkinan anak tersebut tidak ada yang mengurus di rumah, karena orang tuanya bercerai. Pandemi juga membuat ekonomi masyarakat menurun serta ada pemutusan hubungan kerja (PHK), sehingga orang tua siswa tak memiliki penghasilan untuk membiayai sekolah anaknya.

Bupati Kulon Progo, Sutedjo mengaku prihatin karena masih ada anak di wilayahnya yang putus sekolah. Dia menyebut pihaknya akan berusaha mencari solusi, setelah terlebih dulu mencermati, meneliti, dan mengecek penyebabnya.

Sutedjo menyebut bahwa sebetulnya banyak program beasiswa untuk pelajar yang tak mampu secara ekonomi. Di antaranya berupa PIP maupun bantuan operasional. "Bahkan, yang belum dapat beasiswa keduanya, kami juga mengupayakan mereka untuk mendapatkan dari Baznas," ucapnya. (alx/scp)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi  Jumat (11 Juni 2021) halaman 03.

Editor: Agus Wahyu
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved