Wawancara Eksklusif

Wawancara Eksklusif : Penanganan Pertama Cedera Saat Berolahraga ala Fisioterapis PSS Sleman

Penanganan pertama cedera saat berolahraga menjadi hal yang tidak bisa dikesampingkan apabila tak ingin cedera menjadi berkelanjutan.

Dokumentasi PSS Sleman
Fisioterapis PSS Sleman, Lutfinanda Amary. 

6. Pemanasan seperti apa yang umumnya harus dilakukan sebelum berolahraga?

Pemanasan yang baik adalah pemanasan yang menyesuaikan cabang olahraganya. Misal olahraga futsal, sepak bola, basket, pemanasan lebih ke aktivasi. Jadi bukan static stretching, untuk aktivasi otot.

Kalau bicara staringnya itu namanya dynamic stretching, pemanasan sambil bergerak, tidak static. Tujuannya membuat tubuh beradaptasi, sebab ketika bertanding otomatis benturan tidak bisa dihindarkan.

Sedangkan untuk olahraga yang dipisahkan oleh net, seperti bulu tangkis atau tenis, lebih disarankan dynamic stretching tapi fokusnya ke short run dan gerakan eksplosif. Prosesnya lebih ke posisi static, ke dynamic untuk mencegah cederanya.

7. Apakah ada makanan yang harus dikonsumsi, untuk meminimalisir faktor terjadinya cedera?

Orang Indonesia terbiasa makan sampai kenyang, sementara di keilmuan, makan yang baik sebelum olahraga itu minimum 2,5 sampai 3 jam sebelum olahraga.

Sebab ketika lambung dalam posisi penuh, peluang naiknya asam lambung itu lebih tinggi juga.

Hal-hal seperti ini yang membuat performance drop, tetapi tidak berdampak langsung ke cedera. Jadi kalau saya pribadi, jam makan lebih menyesuaikan ritme bertanding.

8. Bagaimana penangan pertama yang tepat ketika mengalami cedera?

Apapun jenis cederanya baik persendian, engkel, bahu, atau otot yang tertarik, tindakan yang baik adalah r.i.c.e (rest, ice compress, compression, dan elevation).

Jadi ketika pertama kali mengalami cedera, langsung istirahatkan area yang mengalami keluhan cedera. Artinya bukan istirahat secara total, tetapi hanya mengistirahatkan bagian tubuh yang cedera

Setelah rest, as soon as possible bagian yang mengalami cedera langsung dikompres dengan es selama 15 menit. Pemberian es ini untuk merangsang fase perbaikan secepat mungkin, sebab setelah mengalami cedera akan ada fase inflamasi selama 2 x 24 jam. Tanda-tandanya kemerahan, suhunya hangat, bengkak, biasanya disertai perdarahan.

9. Apa saja faktor yang mempengaruhi pemulihan kondisi cedera?

Satu diantaranya seberapa kita tahu asupan makanan, istirahat, kemudian juga karakteristik tubuh tiap individu juga tingkat cedera yang dialami tentunya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved