Breaking News:

Mulai Digunakan di Sleman, Vaksin AstraZeneca Disebut Miliki Prosentase KIPI Lebih Besar 

Pemerintah Kabupaten Sleman mulai menggunakan vaksin AstraZeneca untuk vaksinasi ribuan pedagang pasar. Target sasarannya, sekitar 10 ribu orang.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Ahmad Syarifudin
Petugas medis sedang bersiap untuk mengambil vaksin AstraZeneca saat vaksinasi massal di GOR Sleman, Rabu (9/6/2021) 

Kemudian, perbedaan lain ada pada interval. Sinovac intervalnya 28 hari sementara AstraZeneca lebih panjang, mencapai 12 minggu atau 3 bulan. 

"Skrining sebelum menggunakan AstraZeneca juga lebih ketat. Kami sangat hati-hati terhadap orang-orang dengan pemilik riwayat gangguan darah," kata dia. 

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sleman, Haris Murtapa mengatakan, jumlah keseluruhan pedagang pasar di Bumi Sembada ada 14 ribu orang dari 43 pasar. Yang sudah mendaftar vaksin melalui aplikasi, ada 10 ribu.

Selebihnya, ada yang sudah menerima vaksin melalui jalur lansia. Kemudian, ada juga yang sudah divaksin lebih awal seperti di Gentan dan Sambilegi. 

Sebagian lainnya, kata dia, masih ada sejumlah pedagang yang belum mendaftar vaksin. Bukan karena takut melainkan karena keterbatasan, tidak bisa menggunakan handphone.

Petugas pemandu di masing-masing pasar menurutnya sudah disebar untuk membantu update data pedagang. 

Baca juga: Imbas Kerumunan Pembeli BTS Meal, Satgas Covid-19 Kota Yogyakarta Panggil Pengelola McDonalds

"Ada beberapa pedagang belum mendaftar karena tidak memiliki HP. Maka dibantu petugas di masing-masing pasar untuk mendaftar," kata dia. 

Pelaksanaan vaksinasi di GOR Sleman berjalan cukup tertib. Sejumlah pedagang bisa mengantre ditempat yang sudah ditentukan. Petugas juga berjaga dan mengarahkan pedagang supaya tidak terjadi kerumunan. 

Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo yang meninjau lokasi mengatakan, kegiatan vaksinasi sebagai usaha pemerintah untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada pedagang dan pembeli saat melakukan transaksi jual beli. Pihaknya berharap, setelah pelaksanaan vaksinasi sukses dilakukan, dapat meningkatan pertumbuhan ekonomi di masa pandemi.  

"Meski sudah divaksin, namun para pedagang pasar tetap harus menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan," kata Kustini. Dalam peninjauan dilokasi vaksinasi, Ia juga membagikan masker sebagai cara agar masyarakat tetap melaksanakan protokol kesehatan. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved