Breaking News:

Jawa

Diskominfo Kabupaten Magelang Sebut Adanya Ketidaksengajaan Terkait Bocornya Data Penduduk

Ada 2 desa yang datanya sudah tersebar ke publik yakni Desa Madusari dan Ngadirojo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita
Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Statistik Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), Sugeng Riyadi. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM , MAGELANG - Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Magelang menilai bocornya data pribadi penduduknya akibat ketidaksengajaan mengunggah file.

Kebocoroan tersebut, diduga diunggah dari aplikasi Sistem Informasi Publik Pusaka Gemilang yang dilakukan dari admin sebuah Desa di Kabupaten Magelang.

Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Statistik Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), Sugeng Riyadi menjelaskan,  adapun database yang tersebar merupakan data penduduk yang mengikuti kegiatan pelatihan bimbingan teknologi (Bimtek) serta sosialisasi aplikasi SIAP kisaran tahun 2019.

Baca juga: Diskominfo Kabupaten Magelang Masih Lakukan Penyelidikan Terkait Kebocoran Data Penduduknya

"Ya selama ini, memang admin desa secara rutin mengirimkan data kependudukan meliputi data jenis kelamin, umur, hingga tingkat pendidikan. Di mana, data ini lah yang seharusnya diupload dalam situs kami karena sifatnya publik. Namun, karena ada kelalaian (ketidaksengajaan) yang terunggah database pribadi penduduk tahun 2019 lalu," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Rabu (09/06/2021).

Ia menambahkan, setidaknya ada 24 desa yang datanya terunggah di situs opendata itu.

Namun, hanya 2 desa yang datanya sudah tersebar ke publik yakni Desa Madusari dan Ngadirojo, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang.

"Setelah ada informasi bocornya data itu, kami langsung tutup semua server milik Pemkab Magelang. Memang, ada 24 desa yang terunggah data penduduk namun kami belum bisa memastikan apakah isinya sama persis dengan  dua desa (Madusari dan Ngadirojo) yang sudah tersebar ke publik itu. Tetapi, karena langsung di take down, kami pastikan data desa yang lain aman," tuturnya.

Sementara itu, untuk menghindari penyalahgunaan data penduduk Desa yang tersebar oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Baca juga: Sandiaga Uno Sosialisasikan Anugerah Desa Wisata Indonesia di Magelang

Pihaknya pun, berkoordinasi dengan Polres Magelang  apabila ditemui penggunaan data tersebut merupakan tindakan ilegal.

"Kami sudah melapor ke pihak Polres Magelang terkait kebocoran data ini. Sehingga, jika ada orang yang menyalahgunakannya bisa diproses," tuturnya.

Atas bocornya data penduduk yang terunggah di laman resmi Pemkab Magelang.

Pihaknya pun, meminta maaf kepada masyarakat  atas kejadian tersebut.

"Kami minta maaf sekali atas kelalain ini. Kemarin, juga sudah berembuk dengan Diskominfo Jateng agar pengamanan data akan diperketat lagi. Sehingga, kejadian serupa tidak terulang kembali," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved