Breaking News:

Wujudkan Mimpi Bersama Bangun Destinasi Wisata Baru di Selopamioro

Aneka keindahan alam di Kabupaten Bantul selalu menarik mata para wisatawan. Hal ini terlihat dari kunjungan wisatawan yang selalu meningkat.

Editor: Agus Wahyu
IST
Tim melakukan survei di kawasan Sungai Oya. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Aneka keindahan alam di Kabupaten Bantul selalu menarik mata para wisatawan. Hal ini terlihat dari kunjungan wisatawan yang selalu meningkat dari tahun ke tahun, seiring tumbuhnya objek-objek wisata baru di DIY.

Terlebih adanya bandara internasional YIA, kedepan wisatawan manca negara bakal banyak mengakses Yogyakarta sebagai tujuan wisata. Pemerintah dan masyarakat perlu melihat hal ini sebagai peluang besar untuk membuka atau mengembangkan banyak destinasi wisata baru dengan keamanan dan kenyamanan sesuai standar prokes.

Ari Prabowo, satu di antara pelaku pariwisata di Yogyakarta menyatakan, bahwa pengembangan pariwisata ini dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka lapangan kerja, membangkitkan ekonomi wilayah, dimana kesemuanya akan berdampak pada kesejahteraan masyarakat di sekitarnya.

“Peranti pendukung pariwisata itu banyak. Tak bisa kita hanya membangun, lalu membuka destinasi baru. Masyarakat lokal harus dilibatkan, karena mereka lah yang setiap hari akan berinteraksi dengan wisatawan,” kata pria yang akrab disapa Popo, ketika diminta keterangan melalui telepon, Minggu (6/6/2021).

Popo mencontohkan, rencana pembangunan destinasi wisata di Dusun Jetis, Desa Selopamioro, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul. Sebelum menapaki tahap-tahap pembangunan, hal pertama yang dilakukannya adalah berembug dan sosialisasi kepada warga setempat.

“Kami menemui Lurah beserta perangkat desa, lalu berdiskusi bersama antara pemerintah desa, BUMDes, BPD, pokdarwis, dan masyarakat sekitar. Tujuannya mewujudkan mimpi bersama tentang destinasi wisata yang ideal,” terangnya.

“Akhirnya, muncul berbagai kesepakatan yang intinya ada sinergitas dalam aspek pengembangan objek wisata bersama dengan komponen-komponen masyarakat dan kegiatan ekonomi masyarakat di wilayah Selopamioro,” lanjut Popo.

Ditanya izin pembangunan, Popo menjelaskan tengah dalam proses, mulai izin menyewa lahan milik desa, serta pengurusan berbagai persyaratan perizinan yang diatur Undang-Undang dan Perda untuk pengembangan objek wisata.

“Bersama Pemda Kabupaten Bantul, kami didampingi melakukan kajian bersama pihak-pihak terkait. Kami sudah bertemu pada Rabu (2/6) kemarin, dan dilanjutkan survei lokasi. Jadi, untuk pembangunannya masih lama karena banyak proses perizinan yang harus ditindaklanjuti. Pembangunan fisiknya akan dimulai, setelah terbit perizinan pembangunan fisik,” paparnya.

Ia menambahkan, pihak-pihak yang diundang adalah Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak, Bappeda Kabupaten Bantul, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bantul, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Pemukiman Kabupaten Bantul, Dinas Perhubungan Kabupaten Bantul, Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Kabupaten Bantul, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Bantul, Kantor Pertanahan Kabupaten Bantul, BPBD Kabupaten Bantul, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang Kabupaten Bantul, Panewu Imogiri, Lurah Selopamioro, serta pihak investor PT Anugerah Heha Selopamioro.

“Catatan penting dalam kajian ini, di antaranya pengadaan fasilitas yang bisa memberi rasa nyaman untuk wisatawan domestik dan mancanegara yang akan berkunjung ke Desa Selopamioro. Sehingga, bisa berlama-lama untuk menikmati indahnya alam di semua sudut desa tersebut dan berbaur dengan masyarakat sekitar serta terjalinnya sinergitas sosial dan ekonomi dengan masyarakat wilayah,” imbuhnya.

Terkait destinasi yang sudah ada sebelumnya di sekitar wilayah tersebut, Popo pun bersikap terbuka dan menyangkal akan menggusur lahan sawah. Tak ada upaya untuk bersaing, kalau memang memungkinkan untuk dijadikan satu kompleks wisata akan semakin bagus dan saling terhubung.

“Justru sawah itu sendiri menjadi destinasi sekarang ini. Lha kok malah digusur gimana? Itu dugaan yang tak masuk akal. Intinya, kami membuka dialog dan kerjasama dengan banyak pihak. Semakin banyak kerjasama berarti semakin banyak mimpi yang akan terwujud,” tandas Popo. (rls)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved