Breaking News:

Kriminalitas

Polres Magelang Tangkap Pelaku Pencurian Besi Tree Gate pada Proyek KSPN Borobudur

Pelaku yang merupakan mantan residivis pada tahun 2008 lalu itu melancarkan aksinya secara bertahap dengan 2 hingga 3 besi setiap kali mencuri.

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita
Polres Magelang saat memperlihatkan barang bukti pencurian besi KSPN Borobudur, Selasa (08/06/2021). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Polres Magelang berhasil mengamankan pencurian besi Tree Gate pada proyek Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur yang berada di jalan Mayor Kusen dan Syailendra Kecamatan Mungkid , Kabupaten Magelang.

Adapun, pencuri berinisial BD (44) merupakan seorang satpam sekaligus mantan residivis pada tahun 2008 lalu.

Wakapolres Magelang, Kompol Aron Sebastian mengatakan, pelaku melancarkan aksinya secara bertahap dengan 2 hingga 3 besi setiap kali mencuri.

"Dia (pelaku) melakukannya ketika subuh hari. Sekali mencuri bisa sampai 2 hingga 3 besi yang diambil. Hingga total besi yang dicuri mencapai 179 besi. Di mana, pelaku mencongkel besi-besi  yang sudah terpasang di bawah pohon sepanjang trotoar proyek rehabilitasi KSPN Borobudur dengan bantuan palu untuk memecah besi ," jelasnya saat konferensi pers, Selasa (08/06/2021).

Baca juga: Polres Magelang Selidiki Kasus Hilangnya Jenazah Bayi di Ruas Jalan Yogya-Magelang 

Kemudian besi yang sudah diambil, lanjutnya, dipotong menjadi bagian-bagian kecil agar mudah untuk dijual.

Pelaku menjual besi hasil curiannya di tukang rosok di daerah Kota Magelang sebanyak 160 kilogram.

"Ya, pelaku mengaku terdesak melakukan pencurian karena kebutuhan ekonomi.Atas kejadian ini, total kerugian mencapai sekitar Rp152 juta. Dan, pelaku terkena tindak pidana pencurian dengan ancaman maksimal lima tahun penjara," ujarnya.

Sementara itu, pihak kepolisian mengimbau masyarkat untuk menjaga  fasilitas publik.

Serta, apabila menemukan kejadian serupa dapat melaporkan ke pihak berwajib untuk ditindak secara langsung.

"Kami harap kejadian serupa tidak akan terulang kembali. Karena, merusak fasilitas publik merupakan tindakan kejahatan dan dapat terancam tindak hukuman penjara," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved