Breaking News:

Pakar Hukum UAJY Nilai Pemilu Serentak 2024 Bisa Sebabkan Obesitas Anggaran dan Beban Kerja Petugas

DPR RI dan pemerintah menyepakati pemilihan presiden dan legislatif dipastikan akan dilaksanakan serentak pada 2024 mendatang

dok.istimewa
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemilihan presiden dan legislatif dipastikan akan dilaksanakan serentak pada 2024 mendatang.

Hal tersebut telah sepakati oleh Komisi II DPR RI, pemerintah serta penyelenggara pemilihan umum (pemilu) beberapa waktu lalu.

Mereka menyepakati hari pemungutan suara untuk pemilu presiden dan legislatif serta pilkada bakal serentak 2024.

Meski begitu, ada sejumlah catatan problem pemilu serentak dari Dosen Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY),  B Hengky Widhi Antoro SH MH.

Ia menganalogikan problematika itu dengan kata obesitas atau kelebihan.

Menurutnya, pendanaan kegiatan pilkada membuat anggaran menjadi obesitas lantaran membebankan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD), meski didukung oleh Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Itu jadi obesitas anggaran. Kita tahu, di tahun 2019, berdasarkan rilis dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu), dana untuk pemilu serentak mencapai Rp 25,59 triliun. Ada peningkatan sekitar Rp 9,8 triliun dari pemilu 2014,” bebernya kepada Tribun Jogja, Selasa (8/6/2021).

Ia mengatakan, anggaran itu belum termasuk pemungutan suara serentak untuk pemilihan gubernur, bupati atau wali kota.

“Apalagi, ini masa pandemi kan. Jadi, harus ada alokasi tambahan kaitannya dengan protokol kesehatan,” ungkapnya.

Halaman
12
Penulis: Ardhike Indah
Editor: Muhammad Fatoni
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved