Antisipasi Kekeringan di Musim Kemarau,  BPBD Sleman Siapkan Anggaran Rp40 Juta untuk Droping Air

Potensi kekeringan di Kabupaten Sleman, menurut kepala pelaksana BPBD Sleman, tahun ini sebenarnya hampir tidak ada.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Ahmad Syarifudin
Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Joko Supriyanto 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto, mengatakan saat ini wilayah Sleman sudah mulai memasuki musim kemarau sejak akhir Mei 2021 lalu.

Namun, berbeda dibanding sebelumnya, musim kemarau tahun ini cenderung masih ada hujan.

Sehingga ancaman potensi kekeringan di Bumi Sembada diakuinya relatif lebih aman.

Meski demikian, pihaknya tetap menyiapkan anggaran yang sewaktu-waktu bisa digunakan untuk droping air bersih, apabila ada warga yang membutuhkan.

"Tahun ini hanya sedikit, menganggarkan sekitar Rp 40 juta. Itu untuk bantuan air," kata dia, Selasa (8/6/2021). 

Potensi kekeringan di Kabupaten Sleman, menurut Joko, tahun ini sebenarnya hampir tidak ada.

Secara umum kebutuhan air bersih dimasyarakat masih bisa terpenuhi.

Meskipun debitnya menurun dibanding saat musim penghujan.

Wilayah di Kapanewon Prambanan yang sebelumnya selalu menjadi langganan kekeringan, kata dia, sudah dibangunkan infrastruktur bersama PDAM.

Mengambil sumber air di dekat sungai Opak wilayah Berbah untuk dialirkan ke pemukiman warga. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved