Breaking News:

PSS Sleman

Tantangan Baru Safa'at Kiper Jebolan Akademi PSS Ikut Latihan Tim Senior

Yang saya dapatkan pasti pengalaman, karena memang baru pertama kali ikut latihan dengan tim senior.

Dokumentasi PSS Sleman
Sa'faat Arif 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Perlahan tapi pasti, PSS Sleman serius mengorbitkan pemain muda mereka menuju skuat utama. Setelah beberapa pemain muda ‘naik kasta’, kini ada Safa'at Arif Alan Romadona dipanggil untuk mengikuti latihan bersama tim utama PSS di Lapangan Yogyakarta Independent School (YIS), Sleman. Kiper jebolan Akademi PSS ini telah ikut latihan beberapa kali.

Anak asuh Guntur Cahyo Utomo ini mengaku terkejut mendapat kabar dari manajemen soal dirinya akan mengikuti latihan bersama Ega Rizky di tim utama. “Kaget di-chat whatsapp pagi-pagi diminta gabung dan sorenya langsung ikut latihan. Orang tua waktu dikasih tahu juga kaget. Saya sedikit deg-degan juga,” kata Safa’at seusai berlatih di YIS beberapa waktu lalu.

Bagi Safa'at, berlatih bersama tim utama Super Elang Jawa merupakan salah satu mimpinya di dunia sepak bola. Panggilan untuk berlatih bersama tim senior ini seakan menjadi jalan untuk dirinya mewujudkan mimpinya itu.

Tinggal bagaimana dirinya berlatih dan berupaya tampil maksimal selama mendapat kesempatan bermain.
Keberadaan Ega Rizky, dan Miswar Saputra menjadi sumber motivasi tersendiri bagi Safa’at. Mereka, adalah role model dirinya hingga memiliki ambisi menjadi kiper PSS pada masa depan.

“Awalnya cuma latihan di Akademi PSS lalu lihat di TV ada Mas Ega, Mas Miswar main. Lalu sekarang ikut latihan. Jadi termotivasi dan harus bisa bersaing juga,” jelas Safa’at.

Safa’at memulai langkahnya gabung skuat muda PSS pada 2019 lalu. Saat itu ia mengikuti seleksi PSS U18 dalam ajang Elite Pro Academy. Usaha dan latihan yang ia lakoni dalam setahun terakhir mulai membuahkan hasil.

Faktanya, kini dirinya bisa merasakan berlatih bersama pelatih kiper PSS Carlos Salomao.
“Yang saya dapatkan pasti pengalaman, karena memang baru pertama kali ikut latihan dengan tim senior. Rasanya sih masih canggung apalagi saya baru pertama kali kan. Lalu ketemu sama pemain-pemain yang keren juga di Liga 1. Di dalam hati juga tambah semangat bahwa saya harus bisa ke level yang lebih tinggi lagi,” ujar pemuda 19 tahun ini.

Tak hanya Safa’at, semua penggawa muda di PSS Development Center mempunyai kesempatan yang sama untuk merasakan berlatih dengan Tim Utama PSS. Selain mendapat pengalaman yang berharga, mereka juga mendapat materi yang lebih matang dari para pelatih dan mentor dari para seniornya di skuat utama PSS.

Manajer PSS, Danilo Fernando menyebut jika beberapa pemain muda yang berkesempatan ikut latihan tim senior PSS termasuk Safa’at dinilai dapat beradaptasi dengan baik. Mereka, juga dinilai cukup memenuhi kualifikasi dari tim pelatih. Bukan tidak mungkin mereka akan lebih cepat mendapat kepercayaan untuk masuk dalam skuat Super Elja.

“Kita tidak mau memberikan banyak tekanan kepada mereka (pemain mud), biar bisa enjoy (menikmati) dan menikmati prosesnya. Hasilnya tergantung dia, kalau sudah siap, berarti proses ini bisa dipercepat. Tapi kalau belum siap berarti kita tetap berikan porsinya supaya bisa berkembang di tim senior nanti,” tutup Danilo. (tsf)

Penulis: Taufiq Syarifudin
Editor: Agus Wahyu
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved