Breaking News:

Bupati Bantul Fokus Kembangkan Sektor Industri,Pertanian dan Pariwisata Meski Masa Jabatan Pendek

Keputusan DPR RI, pemerintah pusat dan penyelanggara pemilu terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan 27 November 2024

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Christi Mahatma Wardhani
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih saat memberikan keterangan pada wartawan di Komplek Parasamya Bantul, Senin (29/03/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Keputusan DPR RI, pemerintah pusat dan penyelanggara pemilu terkait Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang akan dilaksanakan 27 November 2024, tak dipersoalkan oleh Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih.

"Saya enggak mikir apakah itu akan diperpanjang atau diperpendek. Pikiran saya fokus untuk penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi," ujar Bupati Bantul, Senin (7/6/2021).

Bupati mengatakan bahwa ia dilantik pada 26 Februari 2021 kemarin. Dengan keputusan pemerintah pusat tentang rencana Pilkada yang akan digelar 2024, maka praktis masa jabatannya hanya berkisar tiga tahunan.

Baca juga: BREAKING NEWS: Muncul Klaster Paduan Suara di Bantul, 18 Orang Dinyatakan Positif Covid-19

"Jadi dengan melihat singkatnya waktu ini, saya tetap denganamanat dari presiden, yakni penanggualngan Covid-19 pemulihan ekonomi," ungkapnya.  

Pemulihan ekonomi ini harus berangkat dari potensi tiga sektor unggulan yang dimiliki Bantul, yakni industri, pertanian dan pariwisata.

Tiga sektor ini yang selama bertahun-tahun menduduki peringkat 1 sampai 3 dalam PDRB Kabupaten Bantul. Sektor ini pun dihuni oleh mayoritas penduduk Bantul, apalagi pertanian.

"Maka fokus pemulihan ekonomi di tiga sektor unggulan ini. Sehingga program-program dan kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) haruslah mendukung menciptakan iklim yang kondusif bagi pertumbuhan tiga sektor ini," tuturnya.

Halim mengatakan bahwa untuk meningkatkan perekonomian, maka yang akan dilakukan oleh Pemkab Bantul adalah pendayagunaan potensi lokal dengan penerapan teknologi dan penyerapan investasi berorientasi pada pertumbuhan ekonomi inklusif. Pertumbuhan ekonomi inklusif itu berarti pertumbuhan ekonomi yang bisa memperbaiki kesenjangan.

"Dan pertumbuhan ekonomi ini mensyaratkan investasi, tanpa ada invenstasi hanyalah nonsense. Kita hanya berangan-angan ekonomi tumbuh tapi investasi tidak masuk di Bantul ya akan susah tumbuhnya," ungkapnya.

Maka dari itu, Pemkab Bantul akan mempermudah perizinan investasi dan kemudahan berusaha. Izin-izin yang berbelit yang mempersulit para investor atau orang yang akan membuka usaha harus dipangkas.

"Itu diupayakan secara simultan antara penanggulangan Covid-19 harus jalan, dan pemulihan ekomomi berjalan," ucapnya.

Baca juga: Kasus COVID-19 Meningkat, Warga Klaten yang Tak Disiplin Isoman bakal Dipindah ke Isolasi Terpusat

Memang ia menilai bahwa bagi investor, situasi pandemi memang agak menghambat investasi. Tapi investor juga berekspetasi bahwa pandemi ini tidak akan berlangsung selamanya dan pada saatnya akan berakhir.

"Maka investasi kami harapkan jalan terus, tidak harus menunggu selesainya pandemi. Karena kalau menunggu selesainya pandemi, pemulihan ekonominya lama," ujarnya.

Selain mempermudah investasi, Pemkab Bantul juga akan terus berupaya untuk mendayagunakan potensi yang ada. Misal potensi lahan pertanian, terkait penanaman komoditi unggulan yang bernilai ekonomi tinggi, selain itu juga membidik pasar luar Bantul agar dapat memasarkan produk-produk Bantul.

"Termasuk mempermudah izin-izin agar investasi mudah masuk. Karena kita rebutan, hari ini kabupaten kota se-Indonesia sedang berebut investor. Kalau Bantul tidak melakukan deregulasi dan debirokrasi maka kita akan kalah," tandasnya. (nto) 

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved