Breaking News:

Jawa

4 Hari Dibuka, Sudah 2.030 Pelaku UMKM di Klaten Daftar Sebagai Penerima BLT, Ini Syaratnya

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kembali membuka Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahap kedua.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Sejumlah pelaku UMKM di Klaten menyerahkan berkasnya ke loket pendaftaran BPUM 2021 di Disdagkop dan UKM Klaten, Senin (7/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten kembali membuka Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahap kedua.

Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang merupakan program pemerintah pusat itu ditujukan bagi pelaku UMKM yang terdampak COVID-19. Program ini telah dibuka sejak Jumat (4/6/2021) hingga Senin (14/6/2021) mendatang.

Sejak dibuka pada empat hari yang lalu, sebanyak 2.030 pelaku UMKM di Klaten telah mendaftarkan usahanya demi mendapat suntikan BLT sebesar Rp1,2 juta tersebut.

"Sejak dibuka sampai senin siang ini, tercatat 2.030 pelaku UMKM sudah mendaftarkan dirinya," ujar Kepala Seksi (Kasi) Pemberdayaan UKM Disdagkop dan UKM Klaten, Etik Purwantari, pada Tribunjogja.com, Senin (7/6/2021).

Baca juga: Enam Inovasi Program Klaten Smart City Diuji Maraton 

Etik mengatakan, secara nasional bantuan tersebut bakal menyasar kepada 20 juta pelaku UMKM yang terdampak pandemi COVID-19.

Hanya saja, Etik mengaku tidak tahu secara rinci berapa kuota pelaku UMKM di Kabupaten Bersinar yang bakal menerima bantuan tersebut.

"Dalam satu tahun itu ada sekitar 20 juta pelaku UMKM yang akan dibantu, tapi yang dapat berapa (di Klaten) tidak tahu ya, yang menyeleksi pihak Kementerian," ucapnya.

Menurutnya, bagi pelaku UMKM yang ingin mengajukan berkas bantuan, dapat mendaftar secara online.

Kemudian berkas-berkas yang diisi secara online tersebut juga dicetak dan di antarkan berkasnya ke loket pendaftaran yang berada di Disdagkop dan UKM Klaten.

Baca juga: Bupati Klaten Minta 50 Persen Ruang Rest Area Tol Yogyakarta-Solo Pasarkan Produk UMKM

Adapun beberapa persyaratan yang mesti dipenuhi yakni, surat pernyataan, fotokopi KTP, fotokopi KK, fotokopi Nomor Induk Berusaha (NIB) atau surat keterangan berusaha dari kepala desa hingga foto usahanya.

Sementara itu, seorang pelaku UMKM yang ikut mendaftar BPUM itu, Hermanto (39) mengaku sudah dua kali mendaftar program bantuan tersebut.

"Saya sudah dua kali daftar program ini, tapi belum pernah dapat bantuan. Saya nggak tahu kurangnya berkas saya di mana," ucap pedagang bakso tusuk itu saat ditemui di loket pendaftaran berkas itu, Senin (7/6/2021).

Pelaku usaha lainnya, Jimmy (29) mengaku tahu jika BPUM di buka lagi dari pengumumam di media sosial.

"Saya tahu dari medsos, terus saya urus dan baru bisa serahkan berkasnya sekarang. Mudah-mudahan saya dapat bantuan ini untuk menambah modal usaha," harapnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved