Breaking News:

Jawa

Pemkot Magelang Masih Izinkan Operasional Tempat Wisata dengan Prokes Ketat

Perizinan operasional tempat wisata tetap mengedepankan protokol kesehatan ini berlaku selama PPKM Mikro.

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kota Magelang 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang masih mengizinkan operasional tempat wisata di tengah kebijakan perpanjangan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro (PPKM Mikro) mulai 01 Juni 2021 hingga 14 Juni 2021 mendatang.

Sekda Kota Magelang,  Joko Budiyono menuturkan, perizinan operasional tempat wisata tetap mengedepankan protokol kesehatan.

"Destinasi wisata di Kota Magelang tetap diperbolehkan menerima kunjungan wisatawan. Namun, harus menjalankan protokol kesehatan sesuai dengan aturan semasa pembatasan mikro, misalnya kapasitas pengunjung dan jam kunjungan dibatasi," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Minggu (06/05/2021).

Baca juga: Kendalikan Penyebaran COVID-19, Pemkot Magelang Lakukan Perpanjangan PPKM Mikro

Sementara itu, Kepala Disporapar Jawa Tengah, Sinoeng Nugroho menjelaskan, pengawasan prokes terhadap wisatawan yang paling sulit dilakukan yaitu pengaturan jarak antar pengunjung atau physical distancing.

"Berdasarkan pendataan kami, untuk kepatuhan prokes seperti memakai masker persentasenya sekitar 80 persen masyarakat mematuhi, cuci tangan dan handsanitizer sekitar 70 persen. Sedangkan, pengaturan jarak masih di bawah 50 persen, ini yang paling sulit untuk dilakukan pemantauan," ujarnya.

Di mana, masih banyak masyarakat yang belum teredukasi bahwa pengaturan jarak ketika berwisata harus diperhatikan.

Terutama, bagi wisatawan yang bepergian dalam rombongan keluarga.

Baca juga: Peringati Hari Sepeda Sedunia, Pemkot Magelang Instruksikan Berangkat Kerja Naik Sepeda

"Ya, kebanyakan memang ditemui pelanggaran physical distancing dari wisatawan rombongan keluarga ya. Sehingga, kami imbau sekali meskipun dalam satu rombongan, kiat prokes tetap harus dijalankan," tuturnya.

Ia juga berpesan,  ketika berwisata agar semua pihak bisa mematuhi prokes sesuai dengan anjuran pemerintah.

Sehingga, tanggung jawab bukan hanya diperuntukkan bagi pengelola namun wisatawan juga harus memiliki kesadaran diri.

"Ya, kami tidak mau ada lagi kejadian seperti di Kudus ya. Kami harap semua lapisan masyarakat bisa menerapkan prokes dengan baik," tutupnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved