Breaking News:

Kemenkop UKM Gelar Penyuluhan Sertifikasi Produk Bagi Usaha Mikro di Sleman

Sertifikat penyuluhan keamanan pangan merupakan salah satu syarat dalam penerbitan Sertifikat Produksi Pangan – Industri Rumah Tangga (SPP-IRT)

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
TRIBUNJOGJA.COM
3 perwakilan pelaku usaha mikro sektor kuliner menerima sertifikat penyuluhan keamanan pangan secara simbolik dalam acara penyuluhan sertifikat produk dari Kemenkop UKM yang berlangsung di Hotel Alana, Sleman pada Sabtu (5/6/2021) 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan, ada sekitar 30 hingga 40 pengajuan izin pada masa sebelum pandemi. Jumlah ini meningkat hingga 50 pengajuan izin di masa pandemi. Namun demikian, tak sedikit di antaranya yang tak mampu melakukan perbaikan kualitas pengolahan pangan, maka Dinas Kesehatan pun tak bisa menerbitkan sertifikat.

Tak hanya pengajuan sertifikat penyuluhan keamanan pangan saja yang meningkat, jumlah usaha mikro bidang kuliner di Sleman pun meningkat signifikan selama masa pandemi.

Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Rr Mae Rusmi Suryaningsih memberikan gambaran bahwa pada 2019 lalu jumlahnya yakni sebanyak 48 ribu unit usaha. Kemudian bertambah menjadi 68 ribu unit usaha hingga Desember 2020. Jumlah ini terus bertambah hingga 80 ribu unit usaha hingga Mei 2021.

dari jumlah itu 56 persen di antaranya atau sekitar 45 ribu unit usaha bergerak di bidang pangan atau usaha kuliner. Inilah sektor yang menurutnya bertahan di masa pandemi sehingga banyak dari mereka yang beralih ke sektor kuliner setelah usaha sebelumnya dirasa mengalami penurunan selama masa pandemi.

"Jadi penambahannya memang signifikan. Jadi mereka tidak menutup usaha begitu saja, tapi beralih dari usaha sebelumnya yang dinilai kurang potensial," ungkapnya.

Pertumbuhan jumlah unit usaha ini juga dimungkinkan dipicu oleh banyaknya pekerja yang dirumahkan atau terkena PHK. Mereka kemudian mencoba merintis usaha yang sebagian besar memilih sektor pangan.

Pemerintah secara serius menyikapi banyaknya bermunculan produk-produk pangan yang baru ini. Lantaran produk pangan tentunya harus aman, bermutu dan bergizi.

"Inilah yang menjadi perhatian kita, bagaimana mewujudkan produk UKM yang bebas dari bahan kimia berbahaya, tentunya harus higienis, bergizi sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup bermasyarakat," tambahnya.

Atas dasar itulah maka pemerintah mendorong para pelaku usaha sektor pangan ini untuk mengurus Sertifikat Produksi Pangan – Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) sebagai bukti bahwa produk mereka aman untuk diedarkan dan aman dikonsumsi masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Usaha Mikro Dinkop UKM Sleman, Fahmi Khoiri memastikan bahwa para pelaku usaha lainnya yang tidak ikut dalam acara ini tetap akan mendapatkan pendampingan dan sosialisasi untuk mendapatkan SPP-IRT.

"Ada program serupa yang didanai APBD Sleman dan APBD DIY yakni berupa sosialisasi dan pendampingan pendaftaran SPP IRT," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved