DIY

Jika Pedagang Nuthuk Harga Ngeyel, Sandi: Bisa Diproses Hukum

Untuk mengantisipasi kasus serupa terulang kembali, pemerintah akan melakukan pendampingan dengan konsep penghargaan dan sanksi.

Tayang:
Editor: Hendy Kurniawan
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Menparekraf Sandiaga Uno saat berkunjung ke desa wisata Pentingsari di Kalurahan Umbulharjo, Cangkringan, Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Beberapa waktu terakhir, harga seporsi pecel lele yang dijual di Jalan Perwakilan, sekitaran Malioboro begitu menyita perhatian publik. Sebab, harganya dianggap nuthuk atau tidak wajar.

Menparekraf, Sandiaga Uno pun turut berkomentar mengenai hal ini saat berkunjung ke Desa Wisata Pentingsari, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman, Sabtu (5/6/2021). Menurutnya, hal seperti ini merugikan ekosistem pariwisata itu sendiri, dan harus dihindari. 

"Kalau di-tuthuk dengan biaya yang tidak masuk akal, bukan hanya mereka (wisatawan) tidak akan kembali, tetapi juga akan menjadi buah bibir jangan ke daerah situ karena banyak sekali potensi kita dituthuk," ujar Sandi. 

Untuk mengantisipasi kasus serupa terulang kembali, pemerintah akan melakukan pendampingan dengan konsep penghargaan dan sanksi. Sehingga, para pedagang yang diketahui mematok harga tinggi kepada wisatawan dapat diberikan teguran.

Namun, jika teguran itu ternyata diabaikan, maka langkah selanjutnya bisa dibawa ke ranah hukum. Pasalnya, praktik menaikkan harga tidak wajar kepada wisatawan itu dapat mencoreng wajah pariwisata di daerah tersebut. "Kalau terus berlangsung berulang-ulang, kita akan tindak secara tegas dan kita akan proses secara hukum," jelas Sandi.

Dijelaskannya, konsep pariwisata berkelanjutan adalah memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan. Sehingga mereka yang berkunjung merasa nyaman dan bisa mempromosikan ke daerah asalnya. "Pariwisata yang berkelanjutan, yang berkah itu adalah jika para wisatawan puas dan nyaman. Mereka akan kembali lagi," tegas Sandi. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Soal Pedagang "Nuthuk" Harga di Tempat Wisata, Sandiaga Uno: Kalau Berulang Kita Proses Hukum

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved