JAMUR HITAM: Diabetes Pemicu Tingginya Kasus Mucormycosis di India? Ini Kaitannya dengan Covid-19

Infeksi berat ini biasanya sangat jarang dan memiliki tingkat kematian sekitar 50%.

Penulis: Joko Widiyarso | Editor: Joko Widiyarso
Prakash SINGH / AFP
Spesialis THT Dr. Brajpal Singh Tyagi (kanan) memeriksa MRI pasien yang sembuh dari virus corona Covid-19 sebelum menjalani operasi pengangkatan jamur hitam (Mucormycosis), di sebuah rumah sakit di Ghaziabad pada 1 Juni 2021. 

TRIBUNJOGJA.COM - Sekitar 12.000 kasus kondisi yang dikenal sebagai "jamur hitam" telah dilaporkan di India, sebagian besar pada pasien yang pulih dari Covid-19.

Infeksi berat ini biasanya sangat jarang dan memiliki tingkat kematian sekitar 50%.

Beberapa ahli medis telah menyarankan India telah melihat kasus tumbuh karena tingginya prevalensi diabetes.

Tetapi apakah ada faktor lain yang bekerja dan apa yang terjadi di negara lain?

Sebelum pandemi Covid, setidaknya 38 negara di dunia telah melaporkan kasus mucormycosis atau lebih dikenal dengan jamur hitam.

Spesialis THT Dr. Brajpal Singh Tyagi (kanan) memeriksa pasien yang sembuh dari virus corona Covid-19 sebelum menjalani operasi pengangkatan jamur hitam (Mucormycosis), di sebuah rumah sakit di Ghaziabad pada 1 Juni 2021.
Spesialis THT Dr. Brajpal Singh Tyagi (kanan) memeriksa pasien yang sembuh dari virus corona Covid-19 sebelum menjalani operasi pengangkatan jamur hitam (Mucormycosis), di sebuah rumah sakit di Ghaziabad pada 1 Juni 2021. (Prakash SINGH / AFP)

India dan Pakistan memiliki tingkat tertinggi dengan sekitar 140 kasus per juta per tahun, menurut Leading International Fungal Education.

Dr David Denning di University of Manchester, seorang ahli infeksi jamur, mengatakan kasus jamur hitam yang dilaporkan di India lebih banyak daripada bagian lain dunia jauh sebelum pandemi.

"Mucormycosis sangat terkait dengan diabetes yang tidak terkontrol dan ada banyak (diabetes) di India," kata Dr David Denning dikutip Tribun Jogja dari BBC.

Pada pasien yang pulih dari Covid-19, menurut sebuah makalah penelitian baru-baru ini yang melihat kasus secara global, 94% dari mereka yang memiliki infeksi jamur juga menderita diabetes.

Dan mayoritas (71%) kasus jamur hitam yang dilaporkan berasal dari India.

Dari negara-negara teratas dengan prevalensi diabetes per kapita yang tinggi, negara lain (selain India) telah melaporkan kasus mucormycosis.

Tetangga India, Pakistan dan Bangladesh, keduanya memiliki prevalensi diabetes yang tinggi dalam populasi mereka, dan memiliki kasus mucormycosis - tetapi tidak dalam jumlah yang sangat besar.

Di Bangladesh, dokter telah merawat satu kasus mucormycosis yang dikonfirmasi dan sedang menunggu hasil tes untuk kasus lain yang dicurigai.

Dokter mengatakan kepada BBC bahwa kedua pasien juga menderita diabetes.

Pakistan juga telah melaporkan lima kasus mucormycosis dalam beberapa pekan terakhir dan empat telah meninggal pada 12 Mei, menurut laporan media.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved