Breaking News:

Otomotif Gaspol 52: Dayang DY 125 T, Trail Jadul Rasa Honda XR

Motor trail seperti tak pernah mati. Bahkan, belakangan motor penggaruk tanah ini kembali naik daun. Di Indonesia, hampir semua daerah memiliki

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho
Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Hanif Suryo
Custom & classic motorcycle enthusiast asal Kulon Progo, Kus Yanuardi (29) dan motor Dayang DY 125 T miliknya. 

TRIBUNJOGJA.COM - Motor trail seperti tak pernah mati. Bahkan, belakangan motor penggaruk tanah ini kembali naik daun. Di Indonesia, hampir semua daerah memiliki kelompok komunitas pecinta motor trail.

Belakang, selain trail keluaran terbaru, motor-motor lawas juga kembali diburu penggemar. Sekadar informasi, motor trail mencapai masa jayanya di era 1970-1980 an. Beberapa pabrikan dunia baik Jepang, China, dan bahkan Eropa melansir berbagai model. 

Satu di antara motor lawas bergenre trail yang pernah dirilis di Tanah Air ialah Dayang DY 125 T. Motor pabrikan China ini merupakan motor lawas bergenre trail yang kembali diburu.

"Ini bukan motor custom, melainkan motor trail pabrikan Dayang DY 125 T. Apabila dilihat sekilas, menyerupai Honda XL 185 S. Meski tetap memiliki detail yang berbeda," ujar custom & classic motorcycle enthusiast asal Kulon Progo, Kus Yanuardi (29).

Baca juga: PPDB SD di Sleman Terapkan Tiga Jalur Tahun Ini, Berikut Rinciannya

Benar saja, tampilan Dayang DY 125 T ini sangat identik dengan Honda XL 185 yang merupakan salah satu varian dari lini XL yang jadi andalan Honda untuk segmen dual sport atau enduro, baik dari body maupun frame.

Adapun Dayang DY 125 T milik Yanu merupakan motor produksi tahun 2006 yang ia dapat dari Pacitan, Jawa Timur. Kondisi motor orisinil masih ia pertahankan, termasuk tangki berikut stiker bodi.

Makin menunjukkan kesan trail lawas pada tampilan Dayang DY 125 T ini, kelir kuning pada tangki dan striping body, mempertegas tampilan menjadi lebih segar.

Posturnya jangkung dengan kaki-kaki tinggI dan body yang ramping, juga dimiliki Dayang DY 125 T ini. 

Headlamp dan sein-seinnya masih berdesain bulat yang populer pada zamannya. Tangki penyimpanan bahan bakarnya juga berdesain mungil dipadu dengan jok panjang dan berbusa tebal yang memberikan kenyamanan tersendiri untuk para pengendaranya.Berbeda dengan motor trail yang sudah modern untuk zaman sekarang ini yang sudah monoshock, bagian suspensi belakangnya masih menggunakan dua shock, memberikan karakter lembut pada suspensi tidak didapatkan seperti pada jenis suspensi mono shock. Begitu juga lengan arm dari pipa besi terlihat sangat kokoh . 

Sistem rem belakang yang masih menggunakan tromol. Sedangkan bagian knalpot menonjolkan kesan kembali pada motor era 80-an, menggunakan model undertail.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved