Breaking News:

Yogyakarta

Cerita Para Pesepeda Susuri Jalanan Yogyakarta, Utamakan Toleransi Sesama Pengguna Jalan

Pegowes di Yogyakarta malah mengajak semua anggota komunitas untuk saling empati dan toleransi dengan pengguna jalan lain.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
Shutterstock
Ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Polemik pesepeda di Jakarta yang memakan badan jalan protokol beberapa waktu lalu ternyata tidak terlalu berimbas di DI Yogyakarta.

Menurut Peneliti Senior Pusat Studi Transportasi dan Logistik Universitas Gadjah Mada (Pustral UGM), Dr Ir Arif Wismadi MSc, pegowes di Yogyakarta malah mengajak semua anggota komunitas untuk saling empati dan toleransi dengan pengguna jalan lain.

Hal itu termasuk pada ketaatan terhadap aturan lalu lintas, traffic light, dan penggunaan ruang jalan.

“Kalau di Yogyakarta, pesepeda ini mengajak siapapun agar bisa toleransi,” katanya kepada Tribun Jogja, Sabtu (5/6/2021).

Arif menjelaskan, di DIY ini juga pegowes tidak menuntut banyak terkait fasilitas yang sudah ada.

Baca juga: Peringati Hari Sepeda Internasional, Gerakan Sego Segawe Akan Kembali Digelorakan di Yogyakarta

Kesimpulan ini dia dapatkan dari hasil Focus Group Discussion (FGD) beberapa waktu lalu dengan tema ‘Menuju Jogja sebagai Kota Bersepeda yang Mendukung Transportasi Ramah Lingkungan Sebagai Upaya Perbaiki Kualitas Udara’.

“Pegowes yang intens itu tidak punya tuntutan banyak. Bisa dibilang, mereka sudah menikmati kondisi saat ini,” bebernya lagi.

Meski demikian, kata Arif, ada permintaan fasilitas emergency atau kedaruratan yang mudah dihubungi atau terhubung dengan layanan kesehatan atau petugas medis.

Maka dari itu, ada gagasan untuk membuat aplikasi untuk menghubungi petugas atau fasilitas kesehatan terdekat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved