Breaking News:

Kota Yogyakarta

Temuan Warga Gagal Divaksin Karena NIK Ganda, Legislatif Minta Pemkot Yogya Lakukan Penyisiran

Kalangan legislatif bakal menindaklanjuti munculnya Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda dalam proses vaksinasi virus corona di Kota Yogyakarta.

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Gaya Lufityanti
dok.istimewa
Ilustrasi penyuntikan vaksin 

TRIBUNJOGJA.COM - Kalangan legislatif bakal menindaklanjuti munculnya Nomor Induk Kependudukan (NIK) ganda dalam proses vaksinasi virus corona di Kota Yogyakarta.

Dengan harapan, temuan ini tak terulang di masa mendatang.

Diberitakan sebelumnya, Pemkot Yogya tengah menelusuri aduan seorang warga, yang gagal memperoleh vaksin COVID19.

Sebab, berdasarkan NIK yang tercantum di Kartu Tanda Penduduk (KTP), ia disebut sudah terimunisasi.

Baca juga: Warga Kota Yogya Gagal Divaksin Karena NIK Dipakai Orang Lain, Pemkot Lakukan Penelusuran

Temuan tersebut muncul ketika Pemkot melaksanakan agenda vaksinasi massal, di Museum Diponegoro, Kamis (3/6/2021) lalu.

Prasetyawan yang mengalami kejadian itu mengatakan, NIK miliknya tercatat dengan nama lain.

"Beda nama, tapi saya tetap nggak bisa vaksin, karena itu berdasarkan NIK. Tunggu krosceknya saja," terangnya.

Ketua Pansus Penanganan COVID-19 DPRD Kota Yogyakarta, Antonius Fokki Ardiyanto menandaskan, pihaknya hendak meminta klarifikasi dari Dinas Dukcapil setempat terkait kemunculan NIK ganda, di dalam proses vaksinasi ini.

"Pansus akan mengggelar rapat dengan Disdukcapil, kita akan minta data yang NIK dobel itu. Kita agendakan, ya, setelah reses selesai, 8 Juni," katanya, Jumat (4/6/2021).

Ia pun menyebut, polemik NIK ganda sejatinya bukan hal baru, karena sudah berulang kali terjadi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved