Breaking News:

Headline

PAD Wisata Gunungkidul Melejit Tembus di Atas Rp6 Miliar

Di tengah masa pandemi, tempat wisata Gunungkidul masih menjadi pilihan warga untuk melepas penat.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Suasana di Pos Retribusi Utama Baron, Tanjungsari, Gunungkidul beberapa waktu lalu. 359 personel disiapkan Dispar Gunungkidul untuk memastikan prokes diterapkan selama libur Lebaran ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Di tengah masa pandemi, tempat wisata Gunungkidul masih menjadi pilihan warga untuk melepas penat. Bertaburnya hari libur kemarin berdampak positif pada sektor pariwisata Gunungkidul.

Sekretaris Dinas Pariwisata Gunungkidul Harry Sukmono menyampaikan, saat libur Waisak lalu pihaknya mencatat hampir 20 ribu pengunjung. "Akhir pekan lalu (29-30 Mei) juga menunjukkan adanya peningkatan kunjungan," ungkap Harry dihubungi pada Jumat (4/6/2021).

Berdasarkan data yang dihimpun Dispar Gunungkidul, pada 29 Mei tercatat ada 13 ribu pengunjung. Sedangkan di tanggal 30 Mei, angka kunjungan naik tajam ke kisaran 33 ribu orang.

Sedangkan pada 1 Juni atau libur Hari Lahir Pancasila, Harry menyebut ada sebanyak 19.811 pengunjung. Angka ini merupakan hasil pendataan yang dilakukan hingga pukul 16.00 WIB.

"Meski bukan tanggal merah, Senin (31/5) kemarin juga mencatatkan ada sekitar 7 ribu pengunjung," ungkapnya.

Meski demikian, Harry menyebut angka tersebut masih terbilang wajar untuk kategori kunjungan di hari biasa. Adapun angka kunjungan wisata harian Gunungkidul di kisaran 7-10 ribu orang.

Tingginya angka kunjungan ini secara otomatis berpengaruh pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gunungkidul. Hingga pekan lalu, total PAD dari wisata menembus Rp6.510.757.299.

"Nominal itu setara dengan 36,2 persen dari target. Sedangkan jumlah pengunjung totalnya mencapai 903.213 orang," kata Harry.

Adapun pada 1 Juni lalu, terdapat tambahan PAD Rp142.464.900,00. Tambahan itu membuat total PAD sektor pariwisata yang masuk menembus lebih dari Rp 6,65 miliar.

Kepala Dispar Gunungkidul Asti Wijayanti mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan PAD sebesar Rp 18 miliar. Target ini naik dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 13,9 miliar.

"Tahun lalu realisasinya melebihi target, yaitu Rp 14,3 miliar dengan 1,8 juta pengunjung," kata Asti.

Melihat situasi sektor pariwisata yang mulai pulih dari pandemi, pihaknya optimis target PAD bisa kembali tercapai pada tahun ini. Meski demikian, pihaknya tetap mengedepankan protokol kesehatan di destinasi wisata.

Saat ini, status kegiatan pariwisata di Gunungkidul sendiri masih dalam status Uji Coba Terbatas. Selain itu, masih ada sebagian destinasi wisata yang belum kembali dibuka hingga saat ini.

"Tetap kami utamakan prokesnya, agar wisatawan lebih aman dan nyaman," ujar Asti. (alx)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Sabtu (05 Junia 2021) halaman 04.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved