Breaking News:

Jawa

Keberangkatan Jemaah Haji Tahun 2021 Dibatalkan, Begini Tanggapan Muhaimin Iskandar

Muhaimin Iskandar menyebut jika pembatalan tersebut adalah sebuah keputusan yang mesti diambil di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Ketua Umum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin saat tiba di Ponpes Al Muttaqien Pancasila Sakti di Desa Troso, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jumat (4/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN -  Wakil Ketua DPR RI, Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin angkat bicara terkait pembatalan pemberangkatan calon jemaah haji (CJH) oleh Kementerian Agama RI.

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut menyebut jika pembatalan tersebut adalah sebuah keputusan yang mesti diambil di tengah pandemi COVID-19 saat ini.

"Soal pembatalan haji itu, ya mau tidak mau karena kalau dipaksakan nanti berantakan karena waktunya dan juga kesiapan pemerintah (Arab Saudi) sana," ujarnya saat ditemui awak media seusai sarasehan di Ponpes Al Muttaqien Pancasila Sakti di Desa Troso, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Jumat (4/6/2021).

Baca juga: Sebanyak 1.150 Calon Jemaah Haji di Klaten Kembali Batal Berangkat ke Tanah Suci

Menurutnya, keputusan Pemerintah Indonesia dalam mengambil kebijakan tersebut juga mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan dari umat.

"Pembatalan itu akibat ketidakcukupan waktu dan kepastian dari Saudi yang belum jelas. Ini demi keamanan umat semua," katanya.

Terpisah, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Klaten, Anif Solikhin mengatakan, sebanyak 1.150 Calon Jemaah Haji (CJH) tahun 1442 hijriyah atau 2021 masehi di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah kembali batal berangkat ke Tanah Suci.

Baca juga: BREAKING NEWS : Kemenag RI Resmi Batalkan Keberangkatan Jemaah Haji Indonesia Tahun Ini

"Jemaah Klaten yang batal berangkat ini sekitar 1.150 calon jemaah haji," jelasnya, Jumat (4/6/2021).

Padahal, lanjut Anif, seribuan CJH tersebut sudah melakukan pelunasan uang pemberangkatan haji sebesar Rp11 juta.

"Mereka juga sudah melakukan pelunasan. Oleh karena itu bagi yang sudah melakukan pelunasan tadi sesuai dengan keputusan Menteri Agama, maka yang sudah lakukan pelunasan boleh mengambil uang pelunasan yang sebesar Rp11 juta itu," ucap dia.

Meski CJH mengambil uang pelunasan itu, kata Anif,  hak keberangkatan prioritas jemaah haji pada tahun 1443 Hijriyah atau 2022 Masehi tidak akan berkurang. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved