Breaking News:

Direktur Baru PDAM Siap Atasi Kebocoran Air di Kota Magelang

Pemkot Magelang melantik beberapa pejabat di Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kota Magelang.

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Agus Wahyu
ANTARA/HO-Bagian Prokompim Pemkot Magelang
Wali Kota Magelang Muchamad Nur Aziz (kanan) melantik Direktur dan Dewan Pengawas PDAM Kota Magelang, Kamis (3/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Magelang melantik beberapa pejabat di Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kota Magelang. Adapun pejabat yang dilantik sebagai direktur yakni Bambang Pulunggono. Ia dilantik setelah lolos mengikuti serangkaian seleksi dan berhasil menyisihkan para 4 kandidat pada tahap wawancara dan tes kepatutan.

Wali Kota Magelang, dr. Muchamad Nur Aziz mengatakan bahwa pelantikan Mantan Direktur PDAM Kabupaten Grobogan sesuai Surat Keputusan (SK) Wali Kota Magelang nomor 539/231/112 tahun 2021 tentang Pengangkatan Direktur Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kota Magelang.

"Selain melantik direktur, kami juga melantik Ketua dan Anggota Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kota Magelang, berdasarkan SK Wali Kota nomor 539/232/112 tahun 2021 tentang Dewan Pengawas Perusahaan Umum Daerah Air Minum Kota Magelang," jelasnya kemarin, Kamis (3/6/2021).

Keduanya adalah Taufiq Nurbakin (Ketua), yang juga Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Magelang, dan Joko Prasetyo (Anggota), mantan anggota DPRD Kota Magelang dan Wakil Wali Kota Magelang periode 2010-2015. Ia mengatakan menjadi pemimpin semua lembaga itu memang berat, antara tanggung jawab yang dikerjakan tidak sama seperti di swasta.

Pihaknya yakin pejabat yang dilantik mampu bekerja dengan baik. Ia pun berpesan agar para pejabat tidak berorientasi pada kekayaan. "Jadi pejabat jangan berpikir jadi kaya. Jadi Wali Kota pun tidak bisa. Untuk direktur dan dewan pengawas yang penting jujur, kalau jujur itu enak, hatinya tidak gelisah," ungkapnya.

Sementara itu, Bambang Pulunggono mengaku ingin memajukan Perusahaam Umum Air Minum Daerah Kota Magelang. Terutama mengatasi tingkat kebocoran pipa yang selama ini masih terjadi sehingga merugikan masyarakat.

“Kami ingin mengembangkan perusahaan ini, karena tingkat kebocoran di sini sangat tinggi,” pungkasnya. (ndg)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Sabtu (05 Juni 2021) halaman 06.

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved