Breaking News:

UGM Yogyakarta Kembangkan Alat Sistem Peringatan Dini, Bisa Deteksi Gempa Tiga Hari Sebelum Terjadi

Alat EWS yang dikembangkan UGM ini bahkan disebut bisa mendeteksi potensi datangnya gempa bumi hingga tiga hari sebelum kejadian. 

Editor: Muhammad Fatoni
ist
Ilustrasi gempa bumi 

"Selalu cocok, sudah dipakai thesis mahasiswa saya. Bahkan lewat internet kita bisa bantu memberi peringatan sebelum kejadian gempa di antara Aceh hingga NTT," tegasnya.

Sunarno menjelaskan alat ini dikembangkan bersama tim.

Cara kerja alat ini berdasarkan perbedaan konsentrasi gas radon dan level air tanah yang merupakan anomali alam sebelum terjadinya gempa bumi.

"Apabila akan terjadi gempa di lempengan, akan muncul fenomena paparan gas radon alam dari tanah meningkat secara signifikan. Demikian juga permukaan air tanah naik turun secara signifikan," paparnya.

Baca juga: Info Prakiraan Cuaca BMKG DI Yogyakarta Hari Ini Jumat 21 Mei 2021, Kulon Progo Berpotensi Hujan

Baca juga: BNPB Berencana Bangun Wahana Edukasi Gempa di Bantul

Penelitian sudah dilakukan sejak 2018. Penelitian ini dikhususkan untuk mengamati konsentrasi gas radon dan level air tanah sebelum terjadinya gempa bumi.

Pengamatan yang telah dilakukan dikembangkan sehingga dirumuskan dalam suatu algoritma prediksi sistem peringatan dini gempa bumi. 

Sistem ini terbukti telah mampu memprediksi gempa bumi yang terjadi di barat Bengkulu M 5,2 pada 28 Agustus 2020, barat daya Sumur-Banten M5,3 pada 26 Agustus 2020, barat daya Bengkulu M 5,1 pada 29 Agustus 2020, barat daya Sinabang Aceh M 5,0 pada 1 September 2020, barat daya Pacitan M 5,1 10 September 2020, dan gempa tenggara Nagan Raya-Aceh M 5,4 pada 14 September 2020.

(*/kompas.com)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Alat EWS UGM Berhasil Deteksi Gempa Tiga Hari Sebelum Kejadian"

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved