Breaking News:

Kabupaten Gunungkidul

Sejumlah Kapanewon di Gunungkidul Mulai Ajukan Dropping Air Bersih

Dari catatan BPBD Gunungkidul, hingga kini ssudah ada 3 kapanewon yang mengajukan permohonan dropping air.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
ist
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Proses pemetaan wilayah rawan krisis air bersih pada kemarau 2021 terus dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul.

Sejumlah kapanewon pun disebut sudah mengajukan dropping air bersih.

Kepala Seksi (Kasi) Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Gunungkidul, Handoko menyebut setidaknya sudah ada 3 kapanewon yang mengajukan permohonan dropping air.

"Ketiganya adalah Tepus, Panggang, dan Saptosari," katanya pada Kamis (03/06/2021).

Permohonan tersebut sudah diajukan menjelang akhir Mei lalu.

Baca juga: PDAM Gunungkidul Jelaskan Soal Pipa Bocor di Saptosari

Handoko juga menyebut sejumlah kapanewon lain sudah mulai berkomunikasi terkait rencana dropping air bersih.

Terkait pemetaan, sejauh ini baru Kapanewon Saptosari yang sudah memberikan data rinci terkait titik rawan kekeringan.

Menurut data tersebut, ada 38 pedukuhan yang rawan.

"Totalnya sekitar 1.935 Kepala Keluarga (KK) di 38 pedukuhan tersebut," ujar Handoko.

Ia mengatakan hingga saat ini koordinasi masih terus dilakukan dengan para Panewu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved