Breaking News:

Kabupaten Sleman

Perilaku Merokok di Sleman Belum Turun Signifikan

Data tahun 2020, berdasarkan hasil kunjungan keluarga melalui program Indonesia sehat, masih ditemukan 41.41 persen keluarga di Sleman merokok.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Talk show Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia yang diselenggarakan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (3/6/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN -  Perilaku merokok masih belum menunjukan penurunan signifikan di Kabupaten Sleman.

Data tahun 2020, berdasarkan hasil kunjungan keluarga melalui program Indonesia sehat, masih ditemukan 41.41 persen keluarga di Sleman merokok.

Meskipun angka tersebut, masih berada di bawah angka nasional 56.51 persen.

Pelbagai upaya dilakukan.

Dinas Kesehatan berusaha keras agar dapat mewujudkan keluarga yang sehat dan bebas asap rokok. 

"Karena perilaku merokok pada orangtua, dapat mempengaruhi kondisi stunting pada anak," kata  Kepala Dinas Kesehatan Sleman, Joko Hastaryo, dalam acara Peringatan Hari Tanpa Tembakau Sedunia di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (3/6/2021).

Baca juga: Empat Tempat Khusus Merokok di Kawasan Malioboro Yogyakarta

Kegiatan ini, merupakan kerjasama antara Pemkab Sleman dengan Muhammadiyah Steps dan Muhammadiyah Mother and Child Centre (MMCC). 

Joko mengatakan, data kejadian stunting di Sleman saat ini sebesar 7.24 persen.

Stunting adalah masalah kurang gizi kronis, yang ditandai dengan bentuk tubuh pendek.

Penderita stunting umumnya rentan terhadap pelbagai penyakit.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved