Breaking News:

Kisah Inspiratif

Mengingat Sejarah Pendirian Tambakromo Ponjong Lewat Sedekah Bendungan

warga Pedukuhan Tambakromo, Kalurahan Tambakromo, Ponjong, Gunungkidul mengadakan Sedekah Bendungan pada Kamis (03/06/2021).

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Alexander Ermando
Tradisi Sedekah Bendungan di Pedukuhan Tambakromo, Kalurahan Tambakromo, Ponjong Gunungkidul. 

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Kamis (03/06/2021) pagi ini jadi hari yang istimewa bagi warga Pedukuhan Tambakromo, Kalurahan Tambakromo, Ponjong, Gunungkidul.

Sebab mereka melaksanakan tradisi tahunan bernama Sedekah Bendungan.

Sejumlah warga pagi itu sudah duduk bersila di tepi kali, tak jauh dari Balai Pedukuhan Tambakromo, bersama keranjang rotan berisi makanan di hadapannya.

Tak berapa lama, warga lain berdatangan sambil memanggul keranjang serupa.

Setengah jam kemudian, seluruh isi keranjang dibuka dan disajikan di atas daun pisang.

Sementara seorang yang dituakan warga mendaraskan doa-doa berbahasa Jawa.

Baca juga: Pedagang Pasar Argosari Wonosari Gunungkidul Mengenang Masa Sekolah Lewat Indonesia Raya

Pejabat (Pj) Dukuh Tambakromo, Saimin menjelaskan Sedekah Bendungan ini jadi tradisi turun-temurun. Sebagai pengingat bagaimana wilayah ini berdiri.

"Tambak sendiri artinya Bendung, Romo adalah panggilan utusan Kraton yang bernama Raden Suryaningrat. Ia disapa Romo Suryo," tutur Saimin.

Alkisah, sebelum Kalurahan Tambakromo berdiri, wilayah itu diperintah oleh Ki Demang Karto Prawiro, yang juga diutus oleh Kraton Yogyakarta.

Adapun Raden Suryaningrat menyusul turut diutus.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved