Pemuda Tewas Dikeroyok

Fakta-fakta Remaja Tewas Dikeroyok di Dekat Jogja National Museum,Keterangan Saksi dan Temuan Polisi

Korban menghembuskan napas terakhir setelah dilaporkan dianiaya oleh beberapa orang di lokasi kejadian, tepatnya di dekat Jogja National Museum (JNM)

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
dok.istimewa
Ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Seorang remaja tewas setelah dikeroyok dan mendapat penganiayaan dari sekelompok pemuda di dekat Jogja National Museum (JNM), Kamis (3/6/2021) dini hari.

Korban menghembuskan napas terakhir setelah dilaporkan dianiaya oleh beberapa orang di lokasi kejadian.

Identitas korban diketahui atas nama DW, warga Dukuh Gedongkiwo, Mantrijeron, Kota Yogyakarta.

Baca juga: Remaja di Kota Yogyakarta Tewas Dikeroyok, Teriak Minta Tolong Bersimbah Darah Hingga Tewas

Baca juga: DW, Korban Pengeroyokan yang Tewas Dini Hari Tadi Dikenal Punya Solidaritas Pertemanan yang Tinggi

Tribun Jogja pun mengumpulkan sejumlah informasi terkait peristiwa yang menewaskan remaja tersebut.

Berikut beberapa fakta terkait peristiwa yang terjadi pada Kamis (3/6/2021) dini hari tersebut:

1. Dikeroyok dan Dianaya hingga Bersimpah Darah

Saksi mata kejadian penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia di sekitar Pasar Serangan, Pakuncen, Kecamatan Wirobrajan, atau tepatnya di depan Jogja Nasional Museum (JNM) Kota Yogyakarta pada Kamis (3/6/2021) dini hari buka suara terkait detail peristiwa penganiayaan tersebut.

Saksi tersebut berinisial Y (45) warga sekitar Pasar Serangan yang menyaksikan detik-detik korban penganiayaan itu dipukuli oleh sekelompok orang berjumlah lebih dari 10 orang.

Y saat itu hendak menata lapaknya di Pasar Serangan sekitar pukul 00.30 WIB.

Saat mengendarai sepeda motor di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) Y sempat berpapasan dengan kelompok yang menganiaya korban.

"Ada rombongan remaja. Saya tanya ada apa le? Mereka jawab, gak ada apa-apa bu," katanya, saat ditemui di rumahnya, Pekuncen, Wirobrajan, Kamis pagi.

Ilutrasi
Ilutrasi (Net)

Waktu itu Y sempat panik karena melihat korban dikejar-kejar oleh rombongan pelaku yang kebanyakan berusia remaja antara 18-20 tahun.

Ia pun mendengar teriakan korban minta tolong karena kesakitan dihajar para pelaku.

"Korban ada tiga orang, dia lari dikejar sama pelaku ya sekitar 10 orang lebih. Yang dua berhasil kabur, yang satu jatuh di dekat lapak saya. Saya mendengar teriakan tolong, tolong, tolong. Saya nangis membayangkan kalau itu anak saya," ungkapnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved