Breaking News:

Headline

Warga Tegalmulyo Kesulitan Air Bersih, Sejumlah Desa di Klaten Mulai Dilanda Kekeringan

Warga di sejumlah desa di lereng Gunung Merapi wilayah Kabupaten Klaten harus membeli air bersih untuk mencukupi kebutuhan air bersih.

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Agus Wahyu
IST via Rutgers University
Ilustrasi musim panas 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sejumlah desa di lereng Gunung Merapi di wilayah Kabupaten Klaten mulai dilanda kekeringan. Untuk mencukupi kebutuhan air bersih sehari-hari, warga harus mendapatkannya dengan cara membeli.

"Sebagian warga di sini sudah kesulitan mendapatkan air bersih. Kemarin juga sudah beli sekitar 7.000 liter air bersih, harganya sekitar Rp300 ribu," kata Purnama, seorang warga Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Rabu (2/6/2021).

Purnama menyampaikan, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten sebenarnya sudah memberikan bantuan kepada Desa Tegalmulyo. Namun bantuan air bersih itu diperuntukkan untuk masjid. Itupun diberikan saat bulan Ramadan lalu.

"Kemarin sebelum Ramadan sudah lima tangki dari BPBD tapi untuk masjid, sampai saat ini untuk warga belum turun bantuan," katanya.

Perangkat Desa Tegalmulyo, Subur mengatakan jika di Desa Tegalmulyo terdapat sekitar 800 kepala keluarga (KK). Dari jumlah itu, sekitar 700 KK di antaranya berpotensi mengalami kekeringan air bersih saat musim kemarau tiba.

“Jadi memang hanya 100-an KK yang aman karena ada mata air dekat rumahnya," ucapnya.

Ia membenarkan jika sebagian warga di desa itu sudah mulai membeli air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. "Sebagian warga sudah membeli air, untuk bantuan sudah mengajukan. Bantuan sudah turun kemarin tapi untuk masjid, untuk ke warga belum," imbuhnya.

Siapkan 750 tangki
BPBD Kabupaten Klaten menyiapkan 750 tangki air bersih untuk mengantisipasi kekeringan dampak musim kemarau di wilayah Klaten yang diprediksi memasuki masa puncak Agustus 2021. Jumlah 750 tangki tersebut sama dengan jumlah yang disiapkan pada tahun 2020 lalu.

"Kuota anggaran kita ada untuk sebanyak 750 tangki air bersih yang kita siapkan. Satu tangki ini 5.000 liter air," ujar Kepala Bidang (Kabid) Kedaruratan dan Logistik BPBD Klaten, Sri Yuwana Haris Yulianta saat ditemui di Grha Megawati Klaten, Rabu (2/6/2021).

Menurut Haris, pada tahun 2020 pihaknya juga menyiapkan sebanyak 750 tangki air bersih untuk di salurkan ke desa-desa yang rawan mengalami kekeringan saat terjadinya musim kemarau. Ia mengatakan, hingga awal Juni 2021 ini pihaknya baru mendistribusikan air bersih pada masjid dan musala di tiga desa yang masuk kawasan rawan bencana (KRB) Gunung Merapi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved