Breaking News:

Terjadi Penolakan Pemakaman Jenazah COVID-19, Bupati Bantul Akan Paksa Warga Ikuti Tracing

Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyayangkan adanya kasus penolakan pemakaman COVID-19 di Kabupaten Bantul.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Christi Mahatma Wardhani
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih 

Laporan Reporter Tribun Jogja Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyayangkan adanya kasus penolakan pemakaman COVID-19 di Kabupaten Bantul.

Menurut dia, pasien COVID-19 seharusnya dimakamkan dengan protokol kesehatan.

Dengan adanya penolakan tersebut, pihaknya telah meminta Dinas Kesehatan Kabupaten Bantul untuk melakukan tracing.

Baca juga: PPKM Mikro di DI Yogyakarta Diperpanjang Hingga 14 Juni 2021

Sasaran tracing adalah warga yang mengikuti pemakaman tanpa menerapkan protokol kesehatan. 

"Penolakan itu kan tidak beralasan. Diperlukan edukasi dan penyadaran masyarakat, tidak boleh main-main dengan COVID-19 ini. Yang ikut itu (pemakaman) kan tidak pakai masker, tidak pakai APD," katanya, Rabu (02/06/2021).

Menurut informasi yang ia terima, petugas mengahadapi kesulitan saat melakukan tracing.

Ada warga yang menolak tracing karena akan melakukan rapid tes antigen sendiri tanpa melalui pemerintah.

"Padahal kan tenaga kesehatan itu untuk swab PCR. Inilah kesulitan pemerintah, sebagian masyarakat kurang kesadaran pentingnya penerapan prokes COVID-19," sambungnya.

Pihaknya pun akan melakukan langkah-langkah persuasif untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya protokol kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved