Breaking News:

Tantangan Perencanaan Tata Ruang untuk Investasi dan Penciptaan Lapangan Kerja

Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (PWK FTSP ITNY)

istimewa
Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (PWK FTSP ITNY) menyelenggarakan Kuliah Tematik Seri 3 secara Virtual pada Sabtu, 29 Mei 2021. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (PWK FTSP ITNY) menyelenggarakan Kuliah Tematik Seri 3 secara Virtual pada Sabtu, 29 Mei 2021.

Kegiatan ini hasil bekerjasama dengan Program Studi PWK Fakultas Teknik UNS, Ikatan Ahli Perencana (IAP) Jawa Tengah, dan Asosiasi Perencana Indonesia (ASPI) Korwil Jateng DIY.

Hadir sebagai Narasumber adalah Makarima Mohammad MT MSc, Kepala Bagian Program dan Data Informasi Sekretariat Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).

Baca juga: Penghujung Bulan Syawal, Kerjakan Ibadah Sunah, Ini Tata Cara serta Waktu Sholat Dhuha

Webinar ini diikuti oleh Dosen dan Mahasiswa PWK ITNY dan UNS, serta perwakilan IAP dan ASPI, dengan jumlah partisipan 136 orang, dengan diskusi yang sangat interaktif antara peserta dan narasumber.

Kepala Program Studi PWK ITNY, Yusliana, M.Eng, dalam sambutannya secara khusus menyampaikan terimakasih kepada Narasumber, dan Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN.

“Kami merasa bangga atas pelibatan ITNY dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Tata Ruang khususnya sinergi kegiatan magang untuk mahasiswa dalam program Merdeka Belajar Kuliah Merdeka (MBKM)," ujar Yusliana.

Makarima menyampaikan tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) menjadi pintu masuk investasi yang menjadi pemicu meningkatnya peluang usaha dan peluang kerja di daerah.

Kawasan yang sudah memiliki RDTR akan mempercepat keluarnya rekomendasi kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang, sedangkan lokasi yang belum memiliki akan melalui proses persetujuan lebih panjang.

Oleh karena itu Kementerian ATR/BPN mencanangkan percepatan penyusunan RDTR, dengan target 2.000
RDTR sampai tahun 2024, bersinergi dengan perguruan tinggi penyelenggara pendidian perencanaan
wilayah dan kota, melalui kegiatan magang program MBKM.

“Mahasiswa harus lebih kritis dan peka terhadap permasalahan tata ruang, serta dapat memanfaatkan teknologi dalam inovasi penataan ruang," jelas Makarima.

Sementara itu, Dr Agung Pangarso selaku Ketua IAP Jawa Tengah, selaku lembaga pembina perencana profesional menyampaikan bahwa IAP sangat mendukung sinergi antara Kementerian ATR/BPN dengan Perguruan Tinggi, sehingga dapat memberikan pengalaman bagi mahasiswa dalam menyusun produk tata ruang khususnya RDTR.

Baca juga: Jadwal dan Lokasi Pemadaman Listrik di DI Yogyakarta Hari Ini, Rabu 2 Juni 2021

“Pengalaman ini tentunya akan menjadi rekognisi dalam sertifikasi ahli perencana bagi mahasiswa yang telah menyelesaikan kegiatan magang dan mendapat sertifikat dari Kementerian ATR/BPN," terang Agung.

Selanjutnya, ITNY dan semua pihak berkomitmen untuk tetap bersinergi dalam berbagai kegiatan dalam mendukung percepatan penyusunan rencana tata ruang dalam rangka mewujudkan arah kebijakan yang tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 Bidang Penataan Ruang, sesuai peran dan fungsinya masing-masing. (*)

Editor: Kurniatul Hidayah
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved