Breaking News:

Kabupaten Sleman

Stok Darah Sempat Kritis, PMI Sleman Gencarkan Layanan Jemput Bola Pendonor

PMI Sleman beberapa kali terpaksa mengambil darah dari Kabupaten lain karena stoknya menipis. 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Warga sedang donor darah di Markas PMI Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Persediaan darah di unit donor darah markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman sempat kritis selama dua Minggu, yaitu seminggu sebelum dan setelah lebaran 2021.

Stok darah di Sleman dikatakan aman, jika perhari tersedia 75 kantong.

Saat itu, selama periode dua minggu, hanya tinggal 5-10 kantong. 

"Jadi sempat kritis sekali. Bahkan, golongan darah tertentu, beberapa hari kosong tidak bisa terpenuhi," kata Ketua PMI Kabupaten Sleman, Sunartono, di kantornya, Rabu (2/6/2021). 

Menurutnya, ada beberapa sebab mengapa stok darah di PMI Sleman bisa mengalami kritis.

Baca juga: PMI DI Yogyakarta Imbau Agar Masyarakat Tetap Donor Darah Selama Lebaran

Di antaranya, kebutuhan atau permintaan darah dari rumah sakit meningkat sementara pasien yang membutuhkan darah butuh cepat, tidak bisa ditunda.

Lalu, stok mengalami kritis juga disebabkan jumlah pendonor berkurang karena sibuk dengan persiapan dan kegiatan hari raya. 

Ditambah, masih dalam situasi pandemi dan vaksinasi masih berlangsung.

Di mana ada syarat tertentu bagi warga yang divaksin agar bisa mendonorkan darahnya.

Yaitu, harus menunggu minimal 14 hari, setelah penyuntikan vaksin dosis kedua. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved