Breaking News:

Bisnis

Sertifikasi CHSE Diharapkan Mampu Menambah Okupansi Pasca Libur Lebaran di DI Yogyakarta

Dengan sertifikasi CHSE, diharapkan dapat mengundang wisatawan sekaligus memberikan rasa aman kepada mereka.

Penulis: Santo Ari
Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eriyono 

TRIBUNJOGJA.COM - CHSE yang merupakan sebuah singkatan dari Clean, Healthy, Safety, Environmental Sustainability menjadi standar utama dari Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bagi hotel dan restaurant dalam adaptasi kebiasaan baru.

Dengan sertifikasi CHSE ini, diharapkan dapat mengundang wisatawan sekaligus memberikan rasa aman kepada mereka.

Ketua DPD Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY Deddy Pranowo mengatakan bahwa PHRI DIY sebenarnya sudah siap menerima tamu baik dari dalam DIY maupun dari luar daerah.

Ia menegaskan bahwa anggota PHRI telah banyak yang melakukan verifikasi protokol kesehatan dari pemerintah daerah, sertifikasi CHSE dari Kementerian Pariwisata hingga vaksinasi untuk karyawan.

Baca juga: PHRI DIY Sambut Baik Program Paket Wisata Dispar DI Yogyakarta

"Sampai saat ini ada 170-an hotel dan restoran yang tersertifikasi CHSE dari 189 hotel dan restoran anggota PHRI yang saat ini beroperasi," ujarnya, Rabu (2/6/2021).

Deddy menambahkan bahwa PHRI merupakan asosiasi pariwisata yang masih bisa bertahan hidup di masa pandemi ini.

Dan dengan sertifikasi ini, diharapkan mampu menambah kepercayaan wisatawan untuk dapat berkunjung atau berwisata di Yogyakarta, terutama pasca libur Lebaran tahun ini.

Pasalnya saat libur Lebaran kemarin, okupansi hotel di DIY bisa dikatakan sangat rendah. Okupansi hotel baru terasa naik pasca libur Lebaran.

Baca juga: PHRI DI Yogyakarta Sediakan Kamar Hotel untuk Isolasi Mandiri bagi Pemudik

"Mulai tanggal 18 Mei kemarin ada peningkatan 20 persen dengan rata-rata okupansi di DIY 27,9 persen. Ini jauh lebih meningkat dari pada saat Lebaran yang hanya 7 persen. Kemudian pada hari Sabtu tanggal 29 Mei kemarin naik lagi jadi 50,8 persen, dan setelah itu turun lagi di 23,8 persen dan saat ini 20,8 persen," tambahnya.

Namun demikian, ia berharap pemerintah dapat membantu pertumbuhan pariwisata dengan menurunkan kebijakan-kebijakan yang memudahkan mobilisasi masyarakat, tentu saja dengan protokol kesehatan yang ketat.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved