Breaking News:

Yogyakarta

Percasi DIY Gelar Rakerda Bahasa Penyusunan Buku Kerja

Dengan adanya buku kerja diharapkan dapat memudahkan tugas serta menjadi masukan bagi KONI DIY dalam mengembangkan prestasi di DIY.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Dokumentasi Humas KONI DIY
Suasana Rakerda Percasi DIY di kawasan Mantijeron, Kota Yogyakarta 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pengurus Daerah (Pengda) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) D.I. Yogyakarta adakan Rapat Kerja Daerah (Rakerda) yang satu di antara agendanya menyusun buku kerja, di kawasan Mantijeron, Kota Yogyakarta, (1/6/2021).

"Melalui Rakerda ini terlebih dilaksanakan pada 1 Juni 2021, yang jadi pilihan luar biasa, saat lahirnya Pancasila semoga bisa memulai sebuah prestasi besar untuk Percasi dengan meningkatkan prestasi DIY di dunia percaturan. Pada PON (XX Papua) juga akan kirimkan 1 atlet kita, mudah-mudahan dapat memberikan warna yang luar biasa pula," kata Ketua Umum Pengda Percasi DIY Bambang Wisnu Handoyo.

Ia juga ingin kegiatan Rakerda kali ini dapat menghasilkan putusan-putusan logis dan jelas, sehingga semuanya terangkum dalam buku kerja. 

Sehingga pada tahun 2021 ke depan, Percasi DIY dapat melangkah dengan pasti sesuai program yang ada. 

Baca juga: Kontingen Catur DIY Dapat Juara 1 dan 2 pada Try In dan Try Out

Termasuk mewujudkan target-target yang akan diusung, seperti regenerasi atlet, pemassalan olahraga catur, dorong pengkab/pengkot bangkitkan klub di tempat masing-masing sebagai salah satu bentuk embrio pembinaan, pengadaan sekolah catur di daerah, hingga aktif menggelar turnamen catur di level kabupaten/kota maupun provinsi. 

Dengan adanya buku kerja tersebut menurutnya juga dapat memudahkan tugas serta menjadi masukan bagi KONI DIY dalam mengembangkan dan memajukan olahraga prestasi di DIY.  

Selanjutnya, Wakil Ketua Umum I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DIY, Pramana mengapresiasi upaya Percasi DIY melakukan langkah tersebut.

Menurutnya hal ini tak mudah, apalagi saat pandemi COVID-19 yang belum berakhir.

Maka dari itu pihaknya menilai upaya tersebut layak dijadikan contoh bagi Anggota KONI DIY lainnya, dengan juga selalu menerapkan protokol kesehatan (prokes).    

Baca juga: Kisah Pecatur Indonesia Diblokir Chess.com karena Dicurigai Curang, Faktanya Begini

"Rapat Kerja adalah amanat AD/ART yang harus dilakukan sekurang-kurangnya sekali dalam setahun, apapun itu cabang olahraganya. Bukan organisasi namanya kalau tidak rapat. Suasana dan situasi PERCASI DIY ini bisa dijadikan contoh untuk pengda lain, sebab tidak mudah menghadirkan pengkab/pengkot, maupun peserta Rakerda selengkap dan sekompak ini. Bahkan dengan jelas disampaikan dalam Rakerda ini harus menghasilkan keputusan dalam bentuk buku kerja," ujar Pramana.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved