Sholat Dhuha

Penghujung Bulan Syawal, Kerjakan Ibadah Sunah, Ini Tata Cara serta Waktu Sholat Dhuha

Selepas waktu Subuh dan menjelang waktu Dhuhur, ada baiknya kita sebagai umat muslim memanfaatkan waktu yang ada untuk mengerjakan ibadah sunah

AboutIslam.net
Ilustrasi Sholat Dhuha 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selepas waktu Subuh dan menjelang waktu Dhuhur, ada baiknya kita sebagai umat muslim memanfaatkan waktu yang ada untuk mengerjakan ibadah sunah, salah satunya Sholat Dhuha.

Sholat Dhuha adalah ibadah sunah yang dianjurkan Nabi Muhammad SAW yang semasa hidupnya juga sering mengerjakannya, meski ada dalam suatu hari Rasulullah SAW tidak melaksanakan Sholat Dhuha.

Sholat Dhuha bisa dikerjakan di mana pun, Masjid, Musholla, atau di Rumah.

Pelaksanaan Sholat Dhuha adalah waktu ketika matahari mulai naik kurang lebih 7 hasta sejak terbitnya (kira-kira pukul tujuh pagi) hingga waktu Dzuhur.

Jumlah rakaat Shalat Dhuha minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat.

Tidak ada perselisihan di antara ulama mengenai jumlah rakaat minimal Sholat Dhuha, yakni dua rakaat berdasarkan hadis-hadis yang menyebutkan keutamaan Sholat Dhuha.

Baca juga: Kumpulan Doa dan Bacaan Dzikir yang Dibaca Seusai Sholat Dhuha, Buka Pintu Taubat hingga Rezeki

Namun, mereka berbeda pendapat tentang berapakah jumlah rakaat maksimal Sholat Dhuha.

Dalam hal ini setidaknya ada tiga pendapat:

Pertama, jumlah rakaat maksimal adalah delapan rakaat. Pendapat ini dipilih oleh Madzhab Maliki, Syafi’i, dan Hambali.

Dalil yang digunakan madzhab ini adalah hadis Umi Hani’ radhiallaahu ‘anha, bahwasanya Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam memasuki rumahnya ketika fathu Mekah dan Beliau shalat delapan rakaat. (HR. Bukhari, no.1176 dan Muslim, no.719).

Kedua, rakaat maksimal adalah 12 rakaat. Ini merupakan pendapat Madzhab Hanafi, salah satu riwayat dari Imam Ahmad, dan pendapat lemah dalam Madzhab Syafi’i. Pendapat ini berdalil dengan hadis Anas radhiallahu’anhu

من صلى الضحى ثنتي عشرة ركعة بنى الله له قصرا من ذهب في الجنة

“Barangsiapa yang shalat dhuha 12 rakaat, Allah buatkan baginya satu istana di surga.” Namun hadis ini termasuk hadis dhaif. Hadis ini diriwayatkan oleh Tirmidzi, Ibn Majah, dan Al-Mundziri dalam Targhib wat Tarhib. Tirmidzi mengatakan, “Hadis ini gharib (asing), tidak kami ketahui kecuali dari jalur ini.” Hadis ini didhaifkan sejumlah ahli hadis, diantaranya Al-Hafidz Ibn Hajar Al-Asqalani dalam At-Talkhis Al-Khabir (2: 20), dan Syaikh Al-Albani dalam Al-Misykah (1: 293).

Ketiga, tidak ada batasan maksimal untuk Sholat Dhuha. Pendapat ini yang dikuatkan oleh As-Suyuthi dalam Al-Hawi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved