Breaking News:

Kasus Covid19 Sleman

Semoga Kasus Tak Bertambah Lagi

KASUS penularan Covid-19 yang terhubung dari klaster halalbihalal di Kalurahan Umbulmartani, Ngemplak, Sleman masih ditemukan.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Warga dusun Nglempong, Padukuhan Ngemplak II, Kalurahan Umbulmartani, Ngemplak, Sleman menjalani testing massal Coronavirus Disease-2019 (Covid-19). 

*Penularan Covid-19 Klaster Halalbihalal di Sleman Imbuh 10 Pasien

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Hasil testing kontak erat dalam tracing lanjutan oleh Puskesmas Ngemplak I mendapati 10 orang positif.

"Hasil swab PCR kemarin, dengan hasil 17 positif. 10 orang terhubung dengan klaster (halalbihalal) Nglempong, 7 lainnya penularan berbeda," terang Panewu Ngemplak, Siti Wahyu Purwaningsih, Selasa (1/6/2021).

Uji swab PCR yang dilakukan Puskemas Ngemplak I pada Senin (31/5) kemarin menyasar 61 orang. Sebanyak 46 orang di antaranya merupakan tracing lanjutan kontak erat dengan klaster halalbihalal yang berkembang di Nglempong dan Degolan, dengan hasil 10 ternyata positif. Sedangkan 15 orang lainnya berasal dari kasus penularan di Kapanewon Ngemplak.

Dari 15 orang tersebut, 7 orang dari Kalurahan Umbulmartani dan Bimomartani dinyatakan positif.
Kepala Puskesmas Ngemplak I, dr. Seruni A. Susila mengatakan, jumlah pasien terkonfirmasi positif dari klaster halalbihalal tersebut sebelumnya ada 52 orang.

Dengan penambahan 10 orang kemarin, kini totalnya menjadi 62 orang. Menurut dia, warga berstatus kontak erat itu sejak awal sudah melakukan karantina, sehingga pihaknya memperkirakan ini adalah penambahan kasus yang terakhir kali.

"Mudah-mudahan sudah tidak ada lagi (penambahan)," harap Seruni.

Dari 10 orang yang positif itu, menurutnya ada 3 orang dibawa ke selter isolasi, sementara lainnya menjalani isolasi mandiri di rumah. Seruni mengungkapkan, temuan klaster penularan halalbihalal di Umbulmartani menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi semua pihak.

Baginya, garda terdepan adalah warga itu sendiri. Abai terhadap protokol kesehatan (prokes) bisa berakibat fatal terhadap satu komunitas, bahkan mengancam ketahanan komunitas tersebut, akibat stigma sosial dan ekonomi yang terganggu.

"Kami berharap cukup di Nglempong saja. Mari jauhi virusnya, jangan orangnya, karena Nglempong butuh dukungan kita semua. Ke depan, kita semua harus melangkah lebih baik lagi. Jaga diri, jaga keluarga dan jaga tetangga kita," ajak dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved