Breaking News:

Bisnis

Harga Kedelai di Bantul Tinggi, Produktivitas Kedelai Lokal Digenjot

Tingginya harga kedelai impor merata di seluruh pasar rakyat. Rata-rata harga kedelai mencapai Rp10.000 per kilogramnya.

guardian.ng
ilustrasi kacang kedelai 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Harga kedelai di Kabupaten Bantul masih tinggi. Bahkan tingginya harga kedelai impor terjadi sejak tiga bulan lalu. 

Kepala Seksi Distribusi dan Harga Barang Kebutuhan Pokok Dinas Perdagangan Bantul, Zuhriyatun Nur Handayani mengatakan tingginya harga kedelai impor merata di seluruh pasar rakyat.

Rata-rata harga kedelai mencapai Rp10.000 per kilogramnya.

"Kalau sebelumnya harganya sekitar Rp7.000 per kilogram. Saat ini mencapai Rp10.000an, ya naik turun tetapi tetap di angka Rp10.000, kadang Rp10.500, Rp10.350, paling tinggi Rp11.000,"katanya, Selasa (01/06/2021).

Baca juga: Harga Kedelai Pengusaha Tempe Klaten Perkecil Ukuran

Tingginya harga kedelai impor dunia memang masih tinggi.

Itulah mengapa harga kedelai impor di Bantul juga tinggi.

Apalagi produksi tempe dan tahu di Kabupaten Bantul masih bergantung pada kedelai impor. 

Terkait kemungkinan penggunaan kedelai lokal, Nani menyebut ada kendala stok dan harga.

Stok kedelai lokal terbatas, ditambah lagi harganya yang lebih tinggi dari kedelai impor.

Halaman
12
Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved