Breaking News:

Promo Cashback Pemkot Yogyakarta Mampu Genjot Omzet Pedagang hingga 25 %

Belanja online ini telah dilakukan bekerja sama dengan salah satu penyedia jasa ojek online

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah Kota Yogyakarta terus berupaya menumbuhkan kegiatan perekonomian di pasar-pasar tradisional.

Satu di antaranya adalah dengan melakukan program promo cashback belanja online yang dinilai mampu meningkatkan penjualan para pedagang, terutama di masa pandemi Covid-19.

Belanja online ini telah dilakukan bekerja sama dengan salah satu penyedia jasa ojek online dan menjadi pilihan sebagian masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok tanpa harus berkerumun di pasar.

Kepala Bidang Pasar Rakyat Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta, Gunawan Nugroho Utama menjelaskan belanja online di pasar tradisional di Kota Yogyakarta semula dimulai dengan menyebarkan nomor telepon seluler para pedagang.

Dengan upaya tersebut, para pembeli dan pedagang dapat berkomunikasi bertransaksi melalui aplikasi WhatsApps.

Kemudian sejak Oktober 2020 sampai kini, pemkot telah mengembangkan belanja online di pasar lewat go-shop kerja sama dengan Gojek Indonesia lewat promo cashback.

"Program cashback ini dari Pemkot Yogyakarta bagi warga yang berbelanja di pasar-pasar tradisional di Kota Yogyakarta melalui aplikasi go-shop. Kami juga berupaya koordinasi ke Gojek, agar cashback tidak terlalu lama diterima pembeli. Dulu tiga hari diterima sekarang di hari belanja, langsung masuk,” jelas Gunawan.

Dalam program promo cashback belanja produk pasar di Go-shop selama periode 16 Oktober sampai 31 Desember 2020 transaksi belanja pasar mencapai sekitar Rp 174 juta dengan cashback tidak sampai Rp 20 juta.

"Tercatat ada kenaikan pesanan 28 persen dan kenaikan omzet sekitar 25 persen selama periode promo berjalan," ungkapnya.

Sementara itu, pedagang batik sekaligus Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Beringharjo Barat, Bintoro menyampaikan bahwa keberadaan program belanja online lewat go-shop cukup membantu para pedagang.

Pasalnya selama pandemi Covid-19 penjualan pedagang khususnya pakaian memprihatinkan karena wisatawan menurun.

"Dengan kondisi itu kami tetap berupaya bertahan dan berusaha. Program ini membantu pedagang, sehingga tidak hanya mengandalkan penjualan langsung di pasar," tandasnya. (nto)

Penulis: Santo Ari
Editor: Joko Widiyarso
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved