Breaking News:

Yogyakarta

Pameran Seni Rupa 'Biasa Wae' Berbagi Energi dalam Kebebasan, Keberanian dan Kebiasaan Baru

Pameran ini memamerkan karya tiga perupa, Adhik Kristiantoro, Harlen Kurniawan, dan Wahyu Prasetio 'Bagio'.

Penulis: R.Hanif Suryo Nugroho | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Hanif Suryo
Pameran Seni Rupa 'Biasa Wae' di Galeri Lorong, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul pada tanggal 22-29 Mei 2021. 

Dalam beberapa hal, memang budaya hidup bersama dilucuti dan "seolah" dijadikan makhluk individual dengan berbagai pembatasan untuk bertemu dan berkumpul, atau berbagai protokol kesehatan yang harus diterapkan ketika bertemu dan berada di tempat umum.

Jika pembatasan ini diterapkan oleh tiap individu, niscaya,masing-masing individu sebenarnya berpartisipasi dalam menjaga keselamatan bersama.

Ketidakpatuhan penerapan protokol kesehatan di Italia pada awal masa wabah ini terjadi dan tsunami COVID-19 di India belakangan ini benar-benar menjadi pelajaran berharga bagi semua orang.

Menjadikan segala kondisi baru beserta berbagai perubahannya sebagai bagian dari keseharian akan selalu menempatkan pada ketegangan antara ketakutan dan ketakpedulian hingga akhirnya menyikapi kebaruan ini sebagai hal yang biasa.

Pada titik itulah, semua kecemasan dan ketakutan menjadi kewaspadaan dengan ketakpedulian menjadi kehati-hatian.

Pada saat itulah, kehidupan kembali bergulir dan bertransformasi dengan cara-cara yang baru.

Baca juga: Pameran Seni Memorabilia Wartawan Udin Hadir di Hari Kebebasan Pers Internasional

Bagi para seniman, menciptakan karya seni dan mempresentasikannya pada publik dikerjakan dengan mengangkat berbagai keseharian hidup sebagaimana yang dilakukan Adhik Kristiantoro, Harlen Kurniawan dan Wahyu Prasetyo 'Bagio.

"Setelah hidup bersama wabah lebih dari satu tahun, karya-karya yang dihadirkan ketiga seniman tak lagi bertutur tentang COVID-19 dan berbagai akibat maupun dampaknya. Ketiganya kembali melukiskan berbagai hal yang mengusik pemikiran dan perasaan masing-masing dalam keseharian hidup; tentang pergulatan diri, hubungan sosial, alam dan lingkungan dengan gaya lukis masing-masing dalam bungkusan tema Biasa Wae," ungkap Octalya.

Terpisah, direktur Galeri Lorong, F. Asisi S. Widianto mengatakan, berpandangan 'Biasa Wae' bukan berarti kita abai terhadap ancaman COVID-19 dan virus-virus yang lain.

Biasa Wae adalah ajakan untuk tetap berjalan seperti biasa dan selalu waspada.

"Bagi Galeri Lorong sendiri, pameran ini adalah pameran kedua di tahun ini. Ngono yo ngono, nanging aja ngono; pandemi boleh terjadi, tapi kreasi jangan mati. Untuk itulah, Lorong menerapkan upaya untuk menjaga kesehatan dengan mengadaptasi protokol yang berlaku," pungkas Widianto. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved