Kasus Covid 19

Terindikasi Muncul Klaster Unjung, Warga Dua Dusun di Ngemplak Dites Massal

SETELAH lebaran, kasus penularan Covid-19 di Kabupaten Sleman semakin meluas. Penyebabnya, diduga dari kegiatan silaturahmi unjung.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Agus Wahyu
TRIBUNJOGJA/ Ahmad Syarifudin
Swab Massal di dusun Nglempong, Padukuhan Ngemplak II, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman. 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Penyebabnya, diduga dari kegiatan silaturahmi antarwarga (unjung). Di Kapanewon Ngemplak, indikasi klaster muncul hampir bersamaan di dua dusun. Yakni, di Dusun Dalem, Kalurahan Widodomartani dan Dusun Nglempong, Ngemplak II, Umbulmartani.

Dua dusun tersebut, pada Kamis (27/5), secara bersamaan melangsungkan testing massal. Di Nglempong, testing massal menyasar 304 warga. Sedangkan di Dusun Dalem, menyasar 108 warga.

Di dusun Dalem ini merupakan test yang kedua, setelah sebelumnya, Sabtu (22/5), dilakukan test pertama, namun saat itu tidak banyak warga yang hadir. "Sekarang (di Dusun Dalem) sudah pada mau testing massal. Ada 108 warga. Sekarang (kemarin), sudah terlaksana," kata Panewu Ngemplak, Siti Wahyu Purwaningsih, Kamis (27/5/2021).

Dia mengungkapkan, di Dusun Dalem ada 9 orang yang dinyatakan positif Covid-19 dari hasil swab PCR. Mereka, menjalani isolasi mandiri. Kasus penularan diakuinya tidak jauh berbeda dengan yang ada di Dusun Nglempong, berawal dari kegiatan menjelang Lebaran.

Tracing (pelacakan) sudah dilakukan. Menurutnya, testing pertama, pada Sabtu (22/5), ada 17 warga Dusun Dalem yang dinyatakan reaktif setelah tes rapid antibodi. Kemudian, dilanjutkan dengan tes polymerase chain reaction dan hasilnya negatif. "Mudah-mudahan hari ini (kemarin) juga semuanya negatif. Tidak ada yang positif," harap Siti.

Dia tidak memungkiri, setelah Lebaran banyak kasus penularan yang bermunculan. Baginya, ini menjadi pengalaman bersama, terutama bagi warga di zona penularan, bahwa apa yang menjadi imbauan pemerintah itu baik dan seharusnya dipatuhi.

Pandemi virus corona ini belum selesai. "Warga kami harapkan tetap mematuhi protokol kesehatan," ujar dia.

Di Dusun Nglempong, Padukuhan Ngemplak II, Kalurahan Umbulmartani, Ngemplak, Sleman pemeriksaan tes massal Covid-19 menyasar 304 warga. Langkah ini sebagai tindak lanjut, setelah temuan adanya 12 warga, dinyatakan positif virus SARS-CoV-2 penyebab Covid-19.

Kepala Puskesmas Ngemplak I, Seruni A. Susila mengatakan, testing massal menyasar kepada seluruh warga yang ada di RT 1 dan RT 2, Dusun Nglempong. Jumlahnya 304 orang. Mereka, menjalani pemeriksaan kesehatan dalam dua metode. Swab PCR dan rapid antibodi.

"51 orang langsung kami swab PCR. Lainnya, rapid antibodi. Apabila rapid hasilnya reaktif maka langsung kami lanjutkan PCR," ujar dia.

Pantauan di lokasi, ratusan warga mengikuti testing dengan cukup tertib. Mereka mengantre satu per satu, dengan memakai masker dan saling menjaga jarak. Nantinya, apabila ada warga yang dinyatakan positif Covid-19 maka akan langsung diisolasi, baik di fasilitas kesehatan darurat Covid-19 (FKDC) Asrama Haji, maupun isolasi mandiri jika memang fasilitas di rumahnya memungkinkan.

Di Dusun Nglempong, diketahui ada 39 warga reaktif seusai dites rapid antibodi. Kemudian mereka yang reaktif langsung dites usap (swab) PCR. Seruni menjelaskan, total ada 79 warga Nglempong yang diambil sampel PCR. Rinciannya, 40 orang adalah warga yang sejak awal langsung di-PCR. Sementara, 39 orang lainnya merupakan lanjutan dari hasil rapid reaktif.

Semua sampel tersebut, saat ini sudah sampai di Balai Laboratorium Kesehatan dan Kalibrasi (BLKK) DIY, untuk dilakukan pemeriksaan metode PCR. "Semua sampel pukul 13.00 WIB (kemarin), sudah sampai di BLKK untuk dilakukan pemeriksaan metode PCR," jelasnya.

Mula
Seruni menceritakan, kasus Covid-19 di Dusun Nglempong, Padukuhan Ngemplak II bermula pada tanggal 19 Mei 2021. Saat itu, ada satu warga yang dirawat di rumah sakit dan dinyatakan positif Covid-19.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved