Breaking News:

PSIM Sambut Positif Format Promosi dan Degradasi Liga 2

KEPUTUSAN PSSI tetap menerapkan promosi dan degradasi di kompetisi Liga 1 dan 2 musim ini mendapat respon dari PSIM Yogyakarta.

dok PSIM
Pemain PSIM tengah melakukan latihan perdana paca libur Idulfitri di Lapangan Kenari, Rabu (19/5/2021) 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Keputusan PSSI tetap menerapkan promosi dan degradasi di kompetisi Liga 1 dan 2 musim ini mendapat respon dari PSIM Yogyakarta. Pelatih PSIM, Seto Nurfiyantoro menyebut keputusan PSSI sudah tepat. Menurutnya, sudah seharusnya kompetisi mengutamakan persaingan agar tercipta ekosistem saling belajar dan membangun sepak bola Indonesia lebih baik.

"Ya, keputusan final PSSI itu sesuatu yang bagus menurut saya, artinya kompetisi memang harusnya seperti itu. Marwah kompetisi salah satunya memang kita berkompetisi untuk jadi yang teratas dan tidak yang terbawah. Dengan adanya degradasi, semua saling belajar, semua saling berkompetisi untuk jadi yang lebih baik.” ujar Seto, Kamis (27/5/2021).

Sebelumnya, PSSI santer akan mengubah sistem kompetisi Liga 1 dan 2 tanpa menggunakan format promosi dan degradasi. Wacana itu banyak ditentang oleh klub dan pemain. Jika sistem itu diberlakukan, disinyalir klub tidak akan memiliki semangat bertanding meraih kemenangan, mempertahankan posisinya di klasemen atau berusaha keluar dari zona degradasi.

Pertandingan pun akan dianggap tidak seru oleh penonton, dan dapat berbuntut turunnya minat suporter untuk menonton pertandingan. Kekhawatiran lain, kompetisi tanpa promosi dan degradasi hanya akan menjadi ladang bisnis bagi para mafia pengaturan skor yang tentu tak berimbas baik terhadap sepak bola Indonesia.

Sementara pemain PSIM, Dadang Tri Sismon ikut menyetujui soal keputusan tersebut. Ia mengatakan jika kompetisi akan lebih seru dan menantang jika sistem promosi dan degradasi tetap diterapkan.

"Saya sangat setuju dengan promosi dan degradasi ini, soalnya semua tim pengen naik dan gak pengen turun dan di sana kompetisi terasa menarik," tegasnya.

Apalagi terkhusus di Liga 2, diprediksi kompetisi akan lebih menarik. Pasalnya, beberapa kontestan tampak serius mempersiapkan tim musim ini menyusul kondisi pendanaan yang membaik. Sebut saja Cilegon United yang berganti nama menjadi Rans CIlegon FC yang diakuisisi oleh Raffi Ahmad sang suami dari Nagita Slavina.

Kemudian Persis Solo yang sahamnya dibeli oleh anak Presiden RI, Kaesang Pangarep. Juga Dewa United yang sebelumnya bernama Martapura FC dibeli oleh Garibaldi Thohir dan Kevin Hardiman, salah satu orang yang masuk 20 besar orang terkaya di Indonesia. Atau PSG Pati yang diakuisisi sahamnya oleh oleh Wali Kota Pati, Saiful Arifin.

Tentu saja, Liga 2 bisa jadi akan berjalan seru seiring kehadiran tim-tim mentereng berisi pemain bintang. Kendati begitu, Dadang dan kawan-kawan tak gentar mendengar kabar tersebut. "Kalau rasa minder tidak ada, karena kami semua percaya dengan kemampuan tim kami. Tinggal bagaimana kami memberikan yang terbaik untuk tim," pungkasnya. (tsf)

Izin dari Polri Tertunda
Izin pelaksanaan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 dari Polri yang semula direncanakan terbit pada 27 Mei 2021 harus tertunda. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali saat ditemui awak media di Jakarta, Kamis (27/5).

Meski begitu, Zainudin yakin izin keramaian tersebut bakal terbit dalam beberapa ke depan. "Izin (keramaian Liga 1 dan Liga 2), saya kira komitmen Polri jelas semua persyaratan PSSI, BNPB, Satgas, sudah dipenuhi," kata Amali.

Molornya izin keramaian berkaitan dengan keberadaan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang tengah ada kegiatan di Papua. "Saya yakin Polri mengeluarkan itu (izin), kondisi belum memungkinkan, Kapolri sedang ada di Papua," ujar pria kelahiran Gorontalo itu.

Beberapa hari lalu, Amali, PSSI, PSSI, PT LIB, dan BNPB menggelar pertemuan guna membahas kompetisi Liga 1 dan Liga 2. Pada pertemuan itu, Polri menyatakan bahwa izin keramaian Liga 1 dan

Liga 2 terbit paling lambat pada 27 Mei 2021.
Berdasarkan rencana, kompetisi Liga 1 dan diagendakan bergulir pada 3 atau 7 Juli mendatang. Untuk kompetisi Liga 2 dijadwalkan kick-off 14 hari kemudian setelah Liga 1 berlangsung. Keduanya, akan tetap memakai format promosi dan degradasi. (Bolasport)

Baca Tribun Jogja edisi Jumat (28 Mei 2021) halaman

Penulis: Tantowi Alwi
Editor: Agus Wahyu
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved