Breaking News:

Pemerintah Bakal Pamer Bumbu Tradisional Indonesia di Dubai

Pemerintah bakal memamerkan potensi kekayaan rempah dan bumbu tradisional Indonesia dalam World Expo di Dubai.

Tribunjogja/Nanda Sagita Ginting
Pedagang sayuran di Pasar Beringharjo tengah melayani pembeli, Senin (20/7/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, JAKARTA - Pemerintah sedang berupaya menggenjot potensi kekayaan rempah dan bumbu tradisional Indonesia, agar lebih dikenal di muka dunia. Di antaranya, melalui program bertajuk Indonesia Spice Up The World, yang bakal segera digelar di Dubai.

Langkah itu pun dibahas dalam rapat koordinasi antarkementerian, dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, Jumat (28/5/2021).

"Tujuan utamanya adalah meningkatkan pertumbuhan ekspor pangan olahan, terutama bumbu melalui pemanfaatan rantai produksi global serta perluasan target pasar,” ujarnya seperti dikutip dalam keterangan tertulis.

Ia menjelaskan, program ini dicanangkan atas keprihatinan terkait kurang dikenalnya bumbu asli Indonesia, padahal memiliki cita rasa yang khas dan potensi yang tinggi. Pemanfaatan potensi yang belum optimal, tercermin dari penjualan bumbu Indonesia yang hanya mampu memenuhi 0,67 persen kebutuhan bumbu di Afrika dan sekitar 3,87 persen kebutuhan di Australia.

“Indonesia perlu mendorong peningkatan produk bumbu masakan dan restoran sebagai etalase kuliner Indonesia di luar negeri,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, dalam upaya memperkenalkan bumbu Indonesia ke mancanegera, Kementerian Perdagangan turut berperan dengan membuat pemetaan terkait rantai perdagangan bumbu dan rempah ini, khususnya untuk wilayah Afrika. Selain itu, dengan mendorong peluncuran Indonesia Spice Up The World dalam World Expo yang berlangsung di Dubai mendatang.

Terkait hal ini akan dilakukan kordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Luhut juga meminta agar Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI) dapat turut mendukung kesuksesan peluncuran terkaut kekayaan bumbu Indonesia di Dubai.

Sementara itu, Kementerian Perindustrian berperan dengan terus mendorong sentra penghasil rempah untuk dapat meningkatkan nilai tambah komoditas rempah. Peningkatan sistem keamanan pangan juga dilakukan melalui sertifikasi yang dapat meningkatkan daya saing pelaku industri rempah Indonesia.

Di sisi lain, Kementerian Perhubungan memastikan dukungannya dalam program Indonesia Spice Up The World dengan penyediaan dan kelancaran akomodasi. Sehingga, para pelaku industri kuliner di luar negeri dapatkan mengakses bumbu Indonesia dengan mudah.

Menurut Luhut, para pelaku industri kuliner di luar negeri paling membutuhkan dukungan dari segi regulasi perdagangan dan dari segi angkutan. Dirinya meyakini, dengan dukungan pemerintah ini akan memberikan ruang bagi produk rempah dan bumbu Indonesia untuk berkembang di dunia.

“Kita perlu menyusun rencana target, jadi ada ukurannya agar kita tahu sudah sejauh mana yang kita kerjakan. Kita juga bisa cari success story usaha kuliner Indonesia di luar negeri sebagai percontohan,” pungkasnya. (*)

Editor: Singgih Wahyu N
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved