Breaking News:

Pasar Sentolo Baru Perlu Ditata Ulang

AKTIVITAS perdagangan di Pasar Sentolo baru di Salamrejo, Sentolo, Kulon Progo hingga saat ini relatif sepi.

Penulis: Sri Cahyani Putri
Editor: Agus Wahyu
Pasar Sentolo Baru Perlu Ditata Ulang - pasar-sentolo.jpg
Tribun Jogja/Sri Cahyani Putri Purwaningsih
LENGANG - Suasana Pasar Sentolo baru di Kabupaten Kulon Progo terlihat lengang, Jumat (28/5/2021). Banyak los maupun kios yang tak terisi oleh pedagang.
Pasar Sentolo Baru Perlu Ditata Ulang - sentolo.jpg
Tribun Jogja/Sri Cahyani Putri Purwaningsih
KOSONG SEPI - Kondisi Pasar Sentolo saat ini.

TRIBUNJOGJA.COM KULON PROGO - Aktivitas perdagangan di Pasar Sentolo baru di Salamrejo, Sentolo, Kulon Progo hingga saat ini relatif sepi. Banyak los dan kios di pasar baru tersebut melompong tak terisi oleh pedagang.

Kondisi ini pun menjadi perhatian dari Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kulon Progo. Legislatif meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) setempat untuk menata ulang desain lokasi berjualan di pasar baru tersebut.

“Saat ini banyak kios maupun los di Pasar Sentolo baru yang tidak dimanfaatkan dengan baik, sehingga membuat pedagang gulung tikar. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penataan desain lokasi jualan,” kata Ketua Komisi II DPRD Kulon Progo, Priyo Santoso, Jumat (28/5/2021).

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo sebetulnya sudah mengambil langkah dengan membentuk branding dan aktivitas baru di pasar tersebut, yakni Pasar Salamrejo Sentolo Enak Jajanane (Ssenja) di area halaman. Tujuannya meramaikan pasar tersebut dan ke depannya untuk menampilkan potensi-potensi kuliner yang ada di Kulon Progo.

Juga, ada outlet khusus UMKM yang digunakan sebagai galeri atau area pusat oleh-oleh lokal. Wisatawan atau tamu diharapkan mencari oleh-oleh di sentra tersebut, sehingga Pasar Sentolo baru bisa lebih ramai didatangi masyarakat.

"Namun nyatanya, Pasar Ssenja yang diresmikan pada 26 Februari 2021 silam ini juga masih sepi pembeli,” kata Priyo.

Ia menilai pasar tersebut perlu dilengkapi sarana penunjang kebutuhan pengunjung, seperti free wifi dan daya dukung lainnya yang menarik. Selain itu, perlu adanya event khusus guna menunjang pemanfaatan optimal sarana dan prasarana pasar yang ada selama ini.

Terpisah, Wakil Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Pasar Sentolo baru, Suyanti membenarkan banyak kios dan los di Pasar Sentolo baru yang kosong. Banyak pedagang yang memilih pindah berjualan lagi di pasar lama. Padahal, pasar ini bisa menampung hingga 700 pedagang.

"Dulu sudah banyak pedagang yang pindah ke Pasar Sentolo baru, tapi karena sepi pembeli, mereka pilih kembali ke Pasar Sentolo lama," katanya.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Kulon Progo, Iffah Mufidati mengakui banyak los dan kios yang tidak dipakai oleh pemilik. Pihaknya akan segera melakukan penertiban. "Kami akan melayangkan surat peringatan kepada pemilik kios dan los yang tidak memakainya untuk berjualan," katanya. (scp)

Baca Tribun Jogja edisi Sabtu (29 Mei 2021) halaman 03

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved