Breaking News:

Musyawarah Ganti Rugi Tol Berlanjut di Kecamatan Karanganom

MUSYAWARAH ganti kerugian proyek jalan tol Yogyakarta-Solo di wilayah Kabupaten Klaten berlanjut di Desa Jungkare dan Desa Kadirejo.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Sejumlah warga saat mengikuti musyawarah ganti kerugian tanah terdampak tol Yogyakarta-Solo di Desa Jungkare, Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten, Jumat (28/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Musyawarah ganti kerugian proyek jalan tol Yogyakarta-Solo di wilayah Kabupaten Klaten berlanjut di Desa Jungkare dan Desa Kadirejo, Kecamatan Karanganom, Jumat (28/5/2021). Terdapat 51 bidang tanah yang dimusyawarahkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten bersama Satker PPK Tol Yogyakarta-Solo dan warga yang terdampak.

Kepala BPN Klaten, Agung Taufik Hidayat mengatakan, para pemilik bidang tanah menyepakati bentuk ganti kerugian, yakni berupa uang pengganti. "Alhamdulillah lancar, saat musyawarah warga sepakat bentuk ganti kerugian berupa uang pengganti dan 51 pemilik bidang tanah ini sepakat semua," ucap Agung ditemui di sela kegiatan musyawarah.

Staf Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Jalan Tol Yogyakarta-Solo, Christian Nugroho mengatakan jika nilai 51 bidang tanah di dua desa itu sebesar Rp51 miliar. "Nominal 51 bidang tanah di dua desa ini sekitar Rp51 miliar dengan rincian Desa Kadirejo Rp30 miliar; dan Desa Jungkare Rp21 miliar. Musyawarah berjalan lancar," ucapnya.

Seorang warga yang tanahnya terdampak tol di Desa Jungkare, Abdul Rojim (50) mengaki setuju dengan musyawarah ganti kerugian yang diusulkan. "Saya setuju, tanah saya yang kena itu lahan persawahan seluas sekitar 832 meter persegi. Tadi nominal permeternya Rp729 ribu per-meternya. Uang ganti rugi kalau cair untuk beli tanah sawah lagi," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Jungkare, Wakhid Muhsin menyebut jika di desa yang ia pimpin terdapat 18 bidang tanah yang diterjang tol Yogyakarta-Solo. "Untuk tanah kas desa itu ada 8 bidang dan tanah warga juga 8 bidang. Semuanya merupakan lahan persawahan. Nanti kita harapkan juga masyarakat juga membeli sawah lagi," katanya.

Mencapai 29 persen
Pembayaran uang ganti rugi (UGR) pembangunan proyek jalan tol Yogyakarta-Solo di Kabupaten Klaten telah mencapai 496 bidang tanah yang tersebar di tujuh desa yang berada di wilayah Kecamatan Delanggu dan Polanharjo. Adapun jumlah total dari uang ganti rugi dari 496 bidang tanah itu mencapai Rp437 miliar.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Agung Taufik Hidayat mengatakan, pihaknya juga telah merampungkan musyawarah penetapan bentuk ganti kerugian di 14 desa lainnya termasuk Desa Jungkare. "Di 14 desa ini, ada total 1.125 bidang tanah terdampak. Sudah 29 persen dari total keseluruhan yang akan kita lakukan musyawarah," jelas Agung, Jumat (28/5/2021).

Ia pun mengaku optimistis jika akhir tahun 2021, seluruh tanah terdampak tol Yogyakarta-Solo di Klaten selesai untuk dimusyawarahkan. Bidang tanah terdampak sendiri berada di 50 desa yang tersebar di 11 kecamatan. Adapun total bidang tanah yang terdampak sekitar 4.071 bidang dengan luas sekitar 3.728.114 meter persegi. (mur)

Baca Tribun Jogja edisi Sabtu (29 Mei 2021) halaman 06.

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Agus Wahyu
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved