Breaking News:

Komite Pemilihan Askab Sleman Tetapkan Dua Calon Ketum dan Waketum Untuk Kongres 6 Juni 2021

Askab PSS Sleman yang akan segera menggelar kongres empat tahunan 6 Juni 2021 mendatang sudah memasuki tahap verifikasi data.

Penulis: Taufiq Syarifudin
Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA/ Taufiq Syarifudin
Kedua calon ketum dan waketum Askab Sleman berfoto bersama seusai penetapan calon, Jumat (28/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Askab PSS Sleman yang akan segera menggelar kongres empat tahunan 6 Juni 2021 mendatang sudah memasuki tahap verifikasi data.

Saat ini telah ditetapkan dua calon Ketua Umum dan dua calon Wakil Ketua Umum, selain itu dalam kongres tersebut juga akan diadakan pemilihan Komite Eksekutif (Exco).

Wahyudi Kurniawan dan Handoko Susanto, Ketum dan Waketum periode lalu kembali masuk bursa calon ketua dan wakil ketua. Mereka akan menghadapi dua nama lainnya, Tri Basuki dan Marcellius Raditya.

Baca juga: Hadapi Potensi Bencana, Kalurahan Sumbersari Jadi Destana ke-65 di Sleman

Sementara itu, nama-nama yang menjadi calon Exco antara lain Sukoco, Andi Jatmiko, Ediyanto, Suhardiyanto, Sri Hastuti, Novislan, Agung Handoko, Ridwan Hasyim, Rohasis Suprihantoro, Suwarno dan Yuyud Pudjiarto.

Ketua Panitia Kongres PSSI Sleman, Supandi menyebut minimal dukungan yang harus didapat oleh para calon ketua umum adalah 10 voter dari klub anggota Askab Sleman, agar bisa maju sebagai calon yang disepakati menurut statuta.

"Dalam pendaftaran kemarin yang ditutup tanggal 26 Mei, pasangan Tri Basuki menyerahkan bukti 10 dukungan, sementara Wahyudi Kurniawan menyerahkan sebanyak 58 dukungan dari voter, dari total 87 anggota yang ada di Askab Sleman," kata Supandi saat membeberkan mekanisme pemilihan dihadapan calon, di Kantor Bupati Sleman, Jumat (28/5/2021).

Kendati demikian, pemilihan akan tetap dilaksanakan secara person to person. Artinya setiap calon ketua dan wakil ketua akan mendapat suara yang berbeda, sehingga dimungkinkan bakal terjadi silang pasangan.

Hal itu diungkapkan oleh Supandi sebagai upaya Askab Sleman agar tidak terjadi gap antar kelompok pendukung atau calon.

"Pemilihan nanti kita adakan berdiri sendiri-sendiri, mulai dari Ketum, Waketum, dan Exco, biar kita nanti tidak terkotak-kotak," imbuhnya.

Sementara, Ketua Pemilihan Askab Sleman, Hendra Adi Riyanto memaparkan mekanisme pemilihan dilakukan dengan melingkari nama atau nomor urut calon.

Baca juga: Gandeng JLI, Induk KUD Bakal Lakukan Digitalisasi Gudang dan Gerebek Desa

Kemudian akan memberlakukan aturan kuorum sebanyak 2/3 dari seluruh anggota, dan kuorum 50+1. Selain itu, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 untuk menggelar kegiatan di Aula Bapeda Sleman.

"Kita sudah berkoordinasi dengan Satga Covid-19, dan tempat yang kita gunakan cukup representatif dengan jumlah maksimal kuota 100 orang di dalamnya," ujar Hendra.

Selanjutnya untuk meminimalisir kerumuman, Hendra mengupayakan semua anggota Askab Sleman yang datang hanya satu orang dari tiap perwakilan klubnya.

"Nanti mereka akan membuktikan ketika datang dengan membawa surat mandat," pungkasnya. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved