Breaking News:

3.000 Karyawan Giant Terancam PHK Akibat Gerai Ditutup

PT Hero Supermarket Tbk berencana akan menutup seluruh gerai Giant di seluruh Indonresia pada akhir Juli 2021.

KOMPAS.COM/FIKA NURUL ULYA
BERBELANJA - Masyarakat sedang berbelanja di gerai supermarket Giant, belum lama ini. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Head of Corporate and Consumer Affairs PT Hero Supermarket Tbk, Diky Risbianto menyebutkan, pihak manajemen memastikan seluruh pekerja Giant bakal diefisiensikan. Namun, emiten dengan kode saham HERO ini memastikan akan membayarkan kompensasi efisiensi di luar ketentuan Omnibus Law Undang-Undang (UU) Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan.

Pihak manahemen mempersilakan karyawan Giant untuk melamar kembali kerja pada unit perusahaan Hero Group, yang terdiri atas IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. "Kami juga berharap dapat menyediakan peluang baru seiring dengan pengembangan bisnis kami lainnya yang memiliki potensi pertumbuhan positif yaitu Guardian, IKEA, dan Hero Supermarket," katanya kepada Kompas.com, Kamis (27/5/2021).

Lebih lanjut kata Diky, saat ini, HERO akan mengubah hingga 5 gerai Giant menjadi IKEA, sekaligus mempertimbangkan mengkonversi sejumlah gerai tersebut menjadi Hero Supermarket. Pihak manajemen juga sedang menegosiasikan sejumlah gerai untuk dialihkan kepemilikannya ke pihak ketiga.

Terkait gerai Giant mana saja yang akan diubah menjadi IKEA, Diky mengaku pihaknya masih melakukan diskusi mengenai hal tersebut. Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyebutkan hampir 3.000 pekerja terancam PHK akibat penutupan gerai Giant.

Angka itu berdasarkan laporan Serikat Pekerja Hero Group dan Asosiasi Serikat Pekerja (ASPEK) Indonesia yang merupakan anggota KSPI. “Ada informasi, penyebab dari tutupnya 80 gerai Giant di seluruh Indonesia adalah akibat ditariknya saham yang berasal dari investor Hongkong dari Hero Group,” kata Presiden KSPI, Said Iqbal.

Dalam keterbukaan informasi di BEI beberapa waktu lalu, perusahaan juga menyebut alasan penutupan gerai Giant karena perusahaan ingin lebih fokus ke bisnis retail lainnya seperti IKEA, Hero, dan Guardian. Sebelum melakukan PHK besar-besaran, Said meminta pimpinan perusahaan untuk merundingkan permasalahan ini dengan dan karyawan Giant tetap dipekerjakan ke unit bisnis lain di bawah Hero Group.

“Perusahaan jangan tergesa-gesa dan memaksakan kehendak terhadap kasus PHK besar-besaran di Giant. KSPI bersama ASPEK Indonesia akan mengawal terhadap proses PHK ribuan pekerja di Giant,” ujarnya. (kpc)

Selengkapnya baca Tribun Jogja edisi Jumat (28 Mei 2021) halaman 03.

Editor: Agus Wahyu
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved