Breaking News:

Soal Keputusan PSSI Gunakan Format Promosi dan Degradasi, PSIM: Kompetisi Memang Harusnya Begitu

Pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurfiyantoro menyebut keputusan PSSI untuk tetap memberlakukan format promosi degradasi adalah hal yang tepat.

Penulis: Taufiq Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
freepik
Ilustrasi bola 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelatih PSIM Yogyakarta, Seto Nurfiyantoro menyebut keputusan PSSI untuk tetap memberlakukan format promosi degradasi adalah hal yang tepat.

Seto mengemukakan, jika memang seharusnya kompetisi mengedepankan persaingan, sehingga akan tercipta ekosistem saling belajar dan membangun sepak bola Indonesia lebih baik.

"Ya, keputusan final PSSI itu sesuatu yang bagus menurut saya, artinya kompetisi memang harusnya seperti itu. Marwah kompetisi salah satunya memang kita berkompetisi untuk jadi yang teratas dan tidak yang terbawah. Dengan adanya degradasi, semua saling belajar, semua saling berkompetisi untuk jadi yang lebih baik,” ujarnya, Kamis (27/5/2021).

Baca juga: Kuota Zonasi Mutu PPDB SMP Ditambah 5 Persen, Akses Penduduk Kota Yogyakarta Makin Luas

Sebelumnya, PSSI santer akan mengubah sistem kompetisi Liga 1 dan 2 tanpa menggunakan promosi dan degradasi, hal itu pun banyak ditentang oleh klub dan pemain.

Pasalnya, jika sistem itu diberlakukan, disinyalir klub tidak akan memiliki semangat untuk bertanding meraih kemenangan, mempertahankan posisinya di klasemen atau berusaha keluar dari zona degradasi.

Pertandinganpun akan dianggap tidak seru oleh penonton, dan dapat berbuntut turunnya minat suporter untuk menonton pertandingan.

Kemudian, keputusan tersebut akhirnya diubah ketika PSSI melakukan rapat Emergency Exco Meeting, Selasa (25/5/2021) kemarin serta telah melakukan konsultasi dengan FIFA dan AFC.

Setelahnya, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan meminta Sekjennya, Yunus Nusi untuk mengirim surat kepada semua kontestan Liga 1 dan 2, untuk mengabarkan kebijakan tersebut.

Sementara itu, pemain PSIM, Dadang Tri Sismon ikut menyetujui soal keputusan tersebut. Ia mengatakan jika kompetisi akan lebih seru dan menantang jika sistem promosi dan degradasi tetap diadakan.

"Saya sangat setuju dengan promosi dan degradasi ini, soalnya semua tim pengen naik dan gak pengen turun dan disana kompetisi terasa menarik," tegasnya.

Selain itu, PSIM sebagai kontestan Liga 2, akan berhadapan dengan tim-tim yang tahun ini beberapa diakuisisi dan dibeli sahamnya oleh konglongmerat. Sebut saja Cilegon United yang berganti nama menjadi Rans Cilegon FC yang diakuisisi oleh Raffi Ahmad sang suami dari Nagita Slavina.

Baca juga: Ahli Epidemiologi UGM: PTM Harus Perhatikan Transmisi Covid-19 di Lingkungan Sekitar

Kemudian Persis Solo yang sahamnya dibeli oleh anak Presiden RI, Kaesang Pangarep, tak kalah Dewa United yang sebelumnya bernama Martapura FC dibeli oleh Garibaldi Thohir dan Kevin Hardiman, salah satu orang yang masuk 20 besar orang terkaya di Indonesia.

Serta PSG Pati yang diakuisisi sahamnya oleh oleh Wali Kota Pati, Saiful Arifin, Ia pun memindahkan markasnya yang semula dari Jember, Jawa Timur, ke Pati, Jawa Tengah.

Kendati begitu, Dadang dan kawan-kawan tak gentar mendengar kabar tersebut.

"Kalau rasa minder tidak ada, karena kami semua percaya dengan kemampuan tim kami," pungkasnya. (tsf)

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved