Breaking News:

Jawa

Kasus COVID-19 Meningkat, Ketersediaan Tempat Tidur Isolasi Mandiri di Klaten Diklaim Aman

Dari sekitar 300-an tempat tidur yang tersedia di rumah sakit dan tempat isolasi komunal, terdapat 194 tempat tidur yang masih kosong.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Syofyan
Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejateraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito saat ditemui di Pemkab Klaten, Kamis (27/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Sebaran kasus COVID-19 di Kabupaten Klaten mulai mengalami peningkatan pascalibur Lebaran 2021.

Meski demikian, ketersediaan tempat tidur dan kamar isolasi mandiri di rumah sakit dan tempat-tempat isolasi mandiri terpusat yang ada di daerah tersebut diklaim aman.

"Berdasarkan paparan kepala Dinas Kesehatan kemarin (ketersediaan tempat tidur) cukup aman ya," ujar Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Klaten, Ronny Roekmito saat ditemui di Pemkab Klaten, Kamis (27/5/2021).

Ronny merinci, dari sekitar 300-an tempat tidur yang tersedia di rumah sakit dan tempat isolasi komunal, terdapat 194 tempat tidur yang masih kosong.

"Dari 300 lebih tempat tidur, masih tersisa 194 tempat tidur untuk isolasi mandiri di rumah sakit," ujarnya.

Baca juga: Obyek Wisata Klaten Tutup Dua Hari, Bupati Klaten Sri Mulyani: Kita Evaluasi Hasil Dulu

Ia menjelaskan, warga yang terpapar COVID-19 di Klaten saat ini sebagian besar menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing.

Hal itu, karena warga tersebut berada dalam kondisi sehat atau tanpa gejala.

Adapun kasus aktif COVID-19 di Klaten berdasarkan data Satgas COVID-19 Klaten, Rabu (26/5/2021) terdapat 392 warga yang positif COVID-19 dan menjalani isolasi mandiri di rumah dan rumah sakit.

"Warga sebagian besar isolasi mandiri di rumah karena mengalami gejala ringan atau bahkan tanpa gejala," jelasnya.

Sementara itu, Bupati Klaten, Sri Mulyani meminta warga yang sedang menjalani isolasi mandir di rumah untuk selalu disiplin dalam menjalani isolasi mandiri tersebut.

"Warga harus disiplin dan jangan berinterkasi selama isolasi, ini penting untuk pengendalian kasus akibat kontak erat," imbuhnya. ( Tribunjogja.com )

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved