Breaking News:

Citizen Journalism

Belajar dari Sekolah Adiwiyata Nasional SMAN 1 Cangkringan

SMA Negeri 1 Cangkringan Sekolah Adiwiyata Nasional 2018 menerima kunjungan Tim Studi Tiru SMA Negeri 1 Seyegan, Senin (24/5/2021).

Editor: Agus Wahyu
ist
Rahmad Budiyono, Waka Humas SMA N 1 Cangkringan 

Rahmad Budiyono
Waka Humas SMA N 1 Cangkringan

SMA Negeri 1 Cangkringan Sekolah Adiwiyata Nasional 2018 menerima kunjungan Tim Studi Tiru SMA Negeri 1 Seyegan, Senin (24/5/2021). Kegiatan tersebut dilaksanakan pukul 09.30 WIB-13.00 WIB bertempat di Ruang Laboratorium Biologi.

Tim SMA Negeri 1 Seyegan yang dipimpin Aris Sutardi MSc, selaku kepala sekolah serta 13 bapak/ibu guru/tas sebagai tim adiwiyata di sekolah tersebut. Acara dimulai pukul 09.30 WIB dipandu Rahmad Budiyono SPd, selaku Ketua Adiwiyata SMA Negeri 1 Cangkringan.

Acara dimulai berdoa bersama dilanjutkan sambutan Drs M Warsun Latif, selaku kepala SMA Negeri 1 Cangkringan. SMAN 1 Cangkringan berada di 13 km dari Gunung Merapi yang menguntungkan iklim serta alam yang mendukung kami, hingga berkegiatan adiwiyata.

Bapak / Ibu SMA Negeri 1 Cangkringan 2015 memulai adiwiyata kabupaten, 2017 tingkat provinsi, 2018 tingkat nasional. “Harapan 2020 meraih adiwiyata mandiri namun terhalang situasi pandemi Covid-19 kegiatan Adiwiyata Nasional maupun Mandiri ditiadakan. Baru tahun 2021ini, rencananya akan maju Adiwiyata Mandiri. Tapi, ini lebih banyak diuntungkan karena dapat menjalankan banyak kegiatan,” jelasnya.

Dengan pandemi, kita tetap melaksanakan kegiatan Adiwiyata sesuai dengan protokol kesehatan, lebih-lebih melibatkan Bapak/ Ibu Guru,Tas yang WFO untuk tetap peduli lingkungan dengan gerakan kebersihan, pengolahan sampah, dan lain-lain. SMA Negeri 1 Seyegan, Aris Sutardi MSc mengucapkan terima kasih atas permohonan yang diterima SMA Negeri 1 Cangkringan.

Dia mengatakan, SMA Negeri 1 Seyegan baru akan memulai maju Adiwiyata tingkat Kabupaten, November 2021. “Kami ingin membuka wawasan, agar teman- teman tahu dasar tentang Sekolah Adiwiyata. Agar tak seperti katak dalam tempurung, yang tahunya hanya di rumah. Harapannya muncul inspirasi dan ide baru untuk SMA Negeri 1 Seyegan. Mohon izin jika ada yang bisa ditiru dan diterapkan, kami akan memulai menerapkan di sekolah, baik itu nanti tentang sarpras Adiwiyata, perangkat KTSP ( RPP, Silabus yang bermuatan lingkungan ), EDS, IPMLH serta dokumen lainnya,” ujarnya.

Acara dilanjutkan penyampaikan tahapan prestasi SMA Negeri 1 Cangkringan dalam meraih Sekolah Adiwiyata dari penghargaan adiwiyata tingkat kabupaten 2015, tingkat provinsi 2017, sampai tingkat nasional 2018 oleh Rahmad Budiyono SPd, selaku Ketua Adiwiyata.

“Di SMA Negeri 1 Cangkringan kegiatan adiwiyata yang ditonjolkan adalah pengolahan sampah dengan 3R-nya. Reuse, menggunakan (baterai isi ulang/sapu tangan); Reduce, mengurangi (galon,botol tempat minyak,media tanaman); Recycle, mengolah kembali (daur ulang) organik untuk kompos,” jelasnya. (rls/ord)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved