Breaking News:

Bisnis

OJK DIY Jalin Sinergitas dengan Pemerintah Daerah, Dorong PEN Melalui TPAKD

OJK DIY memanfaatkan momentum penerbitan Roadmap TPAKD dimaksud sebagai upaya menjalin sinergitas dengan pemerintah daerah.

Penulis: Amalia Nurul F | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
OJK DIY Jalin Sinergitas dengan Pemerintah Daerah, Dorong PEN Melalui TPAKD 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pandemi COVID-19 masih berlangsung hingga saat ini dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi global termasuk Indonesia.

Pelemahan aktivitas ekonomi masih terjadi akibat pembatasan sosial yang turut menekan kinerja sektor jasa keuangan.

Dalam rilis resmi OJK DIY disampaikan, berbagai upaya dilakukan pemerintah untuk mempercepat penanganan pandemi COVID-19 yang menggoncang perekonomian nasional melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Pemerintah mendorong pihak-pihak terkait untuk mengeluarkan beragam kebijakan dan stimulus pemulihan ekonomi sebagai bentuk insentif kepada masyarakat.

Baca juga: OJK DIY Terima Kunjungan Komite IV DPD RI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Industri Jasa Keuangan (IJK) secara proaktif mendukung upaya tersebut melalui berbagai program dan kegiatan untuk mendukung perluasan akses keuangan.

Akses keuangan merupakan hak dasar bagi seluruh masyarakat dan memiliki peran penting dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat. Perluasan akses keuangan telah menjadi fokus dan prioritas Pemerintah dalam mendukung pembangunan nasional Indonesia.

Kebijakan peningkatan akses layanan keuangan formal bagi masyarakat diharapkan dapat mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 terutama dalam upaya memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas serta mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan.

Dengan memiliki akses terhadap sektor jasa keuangan, masyarakat memiliki kesempatan untuk dapat menggunakan produk dan/atau layanan jasa keuangan secara lebih optimal dalam mendukung kegiatan usaha, investasi maupun proteksi aset/jiwa.

Selain itu, upaya perluasan akses keuangan yang efektif tentu tidak terlepas dari tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat.

Berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang dilakukan oleh OJK pada tahun 2019 terhadap 12.773 responden di 34 provinsi di Indonesia, menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan baru mencapai sebesar 38,03% dan indeks inklusi keuangan sebesar 76,19%.

Baca juga: Optimalkan Layanan Pengaduan Konsumen, OJK DIY Adakan Sosialisasi APPK ke Pelaku Jasa Keuangan

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved