Bisnis

Selama Masa Integrasi, Nasabah BSI Tak Perlu Khawatir Soal Pelayanan

BSI jamin nasabah masih dapat menggunakan kartu ATM dan buku tabungan yang dimiliki sampai cabang terkait berubah jadi kantor cabang yang terintegrasi

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk, Hery Gunardi melakukan pertemuan dengan Sri Sultan Hamengku Buwono X di Gedung Wilis Kepatihan Kantor Gubernur DIY, Selasa (25/5/2021). 

TRIBUNJOGJA.COM - PT Bank Syariah Indonesia Tbk migrasikan 1,18 juta rekening untuk memperkuat pelayanan kepada nasabah di regional Semarang, yang meliputi Semarang Kota, Semarang Raya, Solo, Yogyakarta dan Purwokerto.

Jumlah rekening tersebut berasal dari 62 cabang legacy BNI Syariah dan BRI Syariah serta mendapat dukungan penuh dari 50 outlet legacy Mandiri Syariah.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi menjelaskan, proses penyatuan sistem layanan di Regional Semarang telah dimulai dengan kick off roll out dan auto migration sejak 3 Mei dan 18 Mei 2021.

Acara tersebut merupakan bagian dari proses integrasi operasional cabang, layanan dan produk secara nasional yang telah dimulai sejak 1 Februari 2021 dan rencananya akan berlanjut hingga 30 Oktober 2021.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia Migrasikan 1,18 Juta Rekening di Wilayah Jateng dan DIY

"Terkait program besar itu, BSI telah melakukan training, sharing knowledge IT, hingga persiapan data nasabah yang akan dilakukan migrasi. Nasabah bank asal secara bertahap akan dihubungi untuk melakukan migrasi rekening ke Bank Syariah Indonesia," ujarnya.

Dijelaskannya, untuk fasilitas kartu, buku tabungan dan deposito, nasabah bisa melakukan migrasi secara bertahap hingga 31 Oktober 2021.

Selama proses migrasi, nasabah bank asal tak perlu khawatir sulit bertransaksi.

"BSI menjamin nasabah masih dapat menggunakan kartu ATM dan buku tabungan yang dimiliki sampai dengan cabang terkait berubah menjadi kantor cabang yang sudah terintegrasi," imbuhnya,

Nasabah dapat menggunakan jaringan ATM dari masing-masing bank asal.

Selain itu, nasabah dapat menggunakan ATM dari jaringan yang bekerja sama, yakni jaringan ATM Prima, ATM Bersama, dan GPN.

BSI menargetkan pada 1 November 2021 seluruh jaringan Bank Syariah Indonesia bisa terintegrasi.

Baca juga: Bank Syariah Indonesia Berikan Ragam Solusi Keuangan dalam Ekosistem Islami

Hingga akhir 2021 BSI menjamin 100% nasabah bank asal akan memiliki akun di sistem baru bank syariah milik Himbara tersebut.

Nasabah pun bisa melakukan migrasi rekening secara digital dengan aplikasi BSI Mobile, atau hadir langsung ke kantor cabang BSI.

Adapun migrasi rekening via digital bisa dilakukan pula melalui call center 14040, Whatsapp Business BSI, dan live chat Asiyah.

Dalam periode migrasi nasabah dapat menyampaikan informasi bila terdapat perubahan nomor telepon dan surel.

"Untuk memperlancar proses migrasi, BSI melakukan beberapa pendekatan diantaranya melalui media online yaitu direct message ke nasabah, media sosial hingga surel. Hal ini agar nasabah mendapatkan informasi terkait jadwal migrasi dengan tepat," tambahnya.( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved